Bertemu Pengusaha Dan Pedagang, Presiden Jokowi Ingatkan Antisipasi Lonjakan Produksi Beras

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 September 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 117.555 Kali
Presiden Jokowi mengundang pengusaha dan pedagang beras makan siang, di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/9) siang

Presiden Jokowi mengundang pengusaha penggilingan, pengusaha dan pedagang beras makan siang, di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/9) siang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pedagang, kalangan pengusaha penggilingan padi untuk mendukung program pemerintah  mewujudkan kemandirian pangan. Presiden menyampaikan ajakannya itu dalam sambutannya ketika menjamu makan siang para pengusaha penggilingan padi, pengusaha beras dan pedagang beras, se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) di Istana Negara, Jakarta.  Senin (28/9) .

Ajakan Presiden tersebut untuk mengantisipasi melimpahnya produksi beras pada tahun-tahun mendatang.  Terlebih lagi setelah setelah Presiden  menghadiri panen padi di Karawang yang dapat menghasilkan 13,4 ton setiap hektarnya.

Presiden meminta kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar bibit padi tersebut disebarluaskan ke seluruh Indonesia termasuk sawah-sawah baru.

Presiden Jokowi menegaskan, menghadapi meningkatnya produksi beras, kita harus bersiap-siap, karena petani, penggiling, penjual harus untung, tapi masyarakat juga harus merasa diuntungkan.

“Tidak ada satu pihak yang tak diuntungkan, dan tidak ada satu pihak yang dirugikan,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, dirinya sealu memantau harga pasar, baik laporan dari para menteri, BULOG, maupun memantau langsung harga-harga di pasar. “Kalau sulit kendalikan, kita jalankan operasi pasar atau cari cara yang lain,” tuturnya.

Prihatin Stok Beras

Pada kesempatan itu. Presiden Jokowi menyampaikan keprihatin terhadap stok betas nasional yang sangat kecil  dibanding negara lain.

“Ada yang tahu cadangan betas kita ada betapa? China memiliki stok beras sekitar 40 juta ton. Filipina  memiliki stok beras 2,5 juta ton, padahal penduduknya 90 juta,” ungkap Presiden Jokowi seraya berharap, Perum BULOG paling tidak stoknya di atas 10 juta ton.

Untuk itu, Presiden meminta agar para pertani terus berproduksi. “Di Karawang kemarin saya lihat 1 hektare bisa dihitung 13,4 ton. Mungkin faktanya bisa 10,7 per hektare,” kata Jokowi.

Menurut Presiden,  selain untuk stok, beras simpanan itu juga bisa untuk diekspor.

Presiden Jokowi meminta para pengusaha bekerja dengan baik, karena dirinya adalah mantan pengusaha sehingga sudah memahami permainan pedagang, dan sudah memahami pula apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi permainan para pedagang tersebut.

“Saya tidak ingin merugikan bapak dan ibu. Kita bekerja bersama untuk kebaikan negara, kebaikan Rakyat dan kebaikan kita semua,” kata Presiden.

Kepada BULOG, Presiden Jokowi meminta agar ke depan tugasnya adalah membeli seluruh produksi dari petani. “Semuanya! Tidak ada kata gudang BULOG telah penuh. Mulai saat ini, BULOG harus memikirkan berapa gudang yang harus disiapkan,” tegas Presiden.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Dirut Perum BULOG Djarot Kusumayakti. (WID/DNS/ES)

 

 

Berita Terbaru