Bertemu Pengusaha Turki, Presiden Jokowi Tegaskan Indonesia Jadi Hub Asia Tenggara

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Juli 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 13.751 Kali
Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja melakukan pertemuan dengan para pengusaha Turki, di Ankara, Turki, Kamis (6/7). (Foto: RAH/ES)

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja melakukan pertemuan dengan para pengusaha Turki, di Hotel JW Marriot, Kamis (6/7) sore. (Foto: Rahmat/Humas)

Mengakhiri agendanya di Ankara, Turki, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan khusus secara bergantian (one on one meeting) dengan 3 CEO dari perusahaan utama negara dan Pertemuan Bisnis (Bussiness Meeting) dengan sejumlah CEO dari Indonesia dan Turki di Hotel JW Marriot, Ankara, Turki, Kamis (6/7) sore waktu setempat.

Pada pertemuan bisnis dengan sejumlah CEO, Presiden Jokowi menyampaikan, meskipun jarak antara Indonesia dan Turki sangat jauh, tetapi Turki sangat dikenal di Indonesia.
“Dalam beberapa tahun terakhir, serial drama Turki sangat populer di Indonesia,” kata Presiden Jokowi  disambut senyum oleh para CEO yang hadir.

Menurut Kepala Negara, Indonesia dan Turki menunjukkan kesamaan dalam perspektif wilayah. Presiden Jokowi menambahkan bahwa Turki menjadi hub di wilayah regionalnya, sedangkan Indonesia yang perekonomiannya terbesar se-Asia Tenggara dan populasinya terbesar keempat di dunia telah menjadi hub di Asia Tenggara.

Untuk itu, Presiden percaya, pebisnis Indonesia memilih Turki sebagai hub, dan demikian juga pebisnis Turki memilih Indonesia sebagai hub di Asia Tenggara.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dirinya bersama para menteri telah bertemu dengan Presiden Erdogan dan bersepakat untuk meluncurkan negosiasi kerja sama perdagangan bebas antara Turki dan Indonesia melalui Indonesia – Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA).

“Kedua negara harus melakukan banyak kerja sama,” kata Presiden Jokowi.

Berkaitan dengan perbaikan di bidang ekonomi, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa tahun lalu Bank Dunia telah mengubah ranking index kemudahan melakukan bisnis di Indonesia dari urutan 106 menjadi urutan 91. “Ini merupakan pencapaian yang baik dalam sejarah, tidak pernah ada negara manapun yang bisa melompat 15 angka indeks dalam satu tahun,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Negara menambahkan, dua bulan yang lalu, pertama kalinya dalam dua puluh tahun, obligasi pemerintah Indonesia mendapat peringkat investment grade oleh ketiga lembaga pemeringkat kredit utama, yaitu dari Standar & Poor’s, Moody’s, dan Fitch Rating.

Meskipun diakui masih ada bagian yang harus diperbaiki, masih banyak peraturan, izin dan larangan, Presiden Jokowi menegaskan, dirinya sangat berkomitmen untuk melanjutkan perbaikan, memotong peraturan yang menghambat.

Pada pertemuan bisnis ini, Presiden Jokowi ingin mendengar dari para CEO tentang ide dan gagasan yang akan dikerjasamakan. “Yang penting lagi yaitu apa yang dapat saya dan menteri  lakukan untuk membantu agar rencana bisa berjalan,” ujarnya.

Setelah mendengarkan pembicaraan dari beberapa CEO, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih atas wawasan, komentar dan saran yang sudah disampaikan.

“Di akhir diskusi kita, saya dapat mengambil satu kesimpulan yaitu intinya ‘kapan’, kapan bisa melihat hasilnya? Seperti yang Anda lihat, saya punya menteri dan Duta Besar di sini bersama saya, marilah kita bersama berpegangan tangan untuk menindaklanjutinya,” kata Presiden Jokowi mengakhiri pertemuan bisnis.

Pada pertemuan khusus (one on one meeting), Presiden Jokowi didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Sedangkan pada Pertemuan bisnis dengan para CEO, Menteri Luar Negeri dan Menko Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto tidak ikut mendampingi.

Menuju Hamburg

Usai acara tersebut, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi beserta rombongan meninggalkan Kota Ankara, Turki,  Kamis (6/7) petang untuk melanjutkan perjalanan menghadiri KTT G20 di Hamburg, Jerman.

Pesawat Indonesia One meninggalkan Bandara Esenboga Havalimani Ankara, Turki, setelah Presiden Jokowi telah merampungkan semua agenda kunjungan kenegaraannya di Ankara, Turki.

Tampak dalam rombongan Presiden antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri, Retno LP. Marsudi, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. (DAN/RAH/ES)

Berita Terbaru