Bertemu Petinggi Partai Politik KIH, Presiden Jokowi Akui Singgung Komjen BG

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 Februari 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 63.594 Kali
Seusai bertemu di rumah dinas Walikota Solo, Presiden Jokowi bersama petinggi partai politik KIH makan siang, di Warung Soto Gading, di Solo, Sabtu (14/2)

Seusai bertemu di rumah dinas Walikota Solo, Presiden Jokowi bersama petinggi partai politik KIH makan siang, di Warung Soto Gading, di Solo, Sabtu (14/2)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (13/2) sore hingga Sabtu (14/2) siang telah berkunjung ke kota Solo, Jawa Tengah. Selain menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) II Partai Hanura, kehadiran Presiden Jokowi ke Solo, juga dimanfaatkan untuk bertemu dengan para pimpinan partai politik pendukungnya yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Kepada wartawan yang mencegatnya di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdana Kusumah Jakarta, setibanya dari Solo, Sabtu (14/2), Presiden Jokowi tidak menampik jika pertemuannya dengan para petinggi partai politik pendukung KIH, yaitu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PKPI Sutiyoso juga menyinggung soal pencalonan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Budi Gunawan (BG) sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

“Namanya ketemu membahas masalah-masalah yang ada, problem-problem yang ada. Ya, salah satunya,” kata Presiden Jokowi .

Pertemuan dengan para pemimpin partai politik KIH itu dilaksanakan di Loji Gandrung yang menjadi Rumah Dinas Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Sabtu (14/2) pagi. Setelah itu, Presiden Jokowi bersama-sama para pemimpin partai politik itu makan siang bersama di Soto Gading, Solo.

Belum Bisa Menyampaikan

Presiden Jokowi masih enggan menjawab saat ditanya pers mengenai kapan ia akan mengumumkan sikapnya soal pelantikan Kapolri.

“Belum bisa saya sampaikan, tapi secepatnya nanti kalau sudah saatnya. Secepatnya saya sampaikan,” kata Presiden.

Presiden juga tidak memberikan kepastian, apakah keputusan itu akan disampaikan setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengumumkan hasil sidang praperadilan yang diajukan oleh Komjen BG terkait penetapan status tersangkanya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tambah sedikit sehari masa enggak dapat,” kata Presiden.

Soal sejumlah nama yang menjadi calon kuat Kapolri, Presiden Jokowi juga mengaku belum mengetahuinya secara resmi.

“Belum sampai ke nama-nama,” kata Presiden.

Terkait masalah calo Kapolri ini, Presiden Jokowi juga menyampaikan perlunya untuk meminta saran dan masukan dari berbagai pihak, termasuk dari DPR. (*/WID/ES)

Berita Terbaru