Bertemu Presiden Uni Eropa, Jokowi Minta Dibantu Masuknya Kelapa Sawit Indonesia ke Eropa

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 November 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 65.421 Kali
Presiden Jokowi menerima delegasi Uni Eropa yang dipimpin Presidennya, di Istana Merdeka, Rabu (19/11)

Presiden Jokowi menerima delegasi Uni Eropa yang dipimpin Presidennya, di Istana Merdeka, Rabu (19/11)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Uni Eropa untuk membantu masuknya produk kelapa sawit (palm oil) ke negara-negara Eropa. Permintaan ini disampaikan Presiden Jokowi saat menerima kunjungan Presiden Dewan Uni Eropa Herman Van Rompuy di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (19/11) pagi.

“Saya sampaikan adanya hambatan masuknya palm oil ke Eropa. Kamu bantu dong, soalnya kelapa sawit itu bukan hanya milik perusahaan-perusahaan besar. Ingat 45 persen kelapa sawit milik petani,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai bertemu delegasi Dewan Uni Eropa yang dipimpin oleh Presidennya Herman Van Rompuy.

Sebagaimana diketahui, kelapa sawit merupakan produk komoditi primadona Indonesia, dan Uni Eropa menempati peringkat ketiga dalam 10 besar negara tujuan utama ekspor minyak sawit Indonesia.

Diperkirakan minyak sawit tetap akan mendominasi di Uni Eropa mengingat salah satu keunggulan produksi minyak sawit adalah kemampuan teksturnya untuk tetap bersifat padat dalam suhu ruangan dibandingkan minyak-minyak jenis lain yang bersifat cair.

Kelapa sawit juga memiliki keunggulan efisiensi lahan dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Data Oil World 2011, dari perbandingan data untuk luas lahan perkebunan yang digunakan untuk memproduksi minyak nabati, kelapa sawit hanya menggunakan lahan sebanyak 12 juta ha atau 5 persen dari total lahan sebesar 253,923,000 ha, dibandingkan dengan kedelai sebanyak 41 persen, kanola 13 persen, bunga matahari 10 persen dan lain-lain sebesar 3 persen.

Indonesia memiliki pengaruh yang sangat besar di dunia, sehingga diharapkan Indonesia dapat menghasilkan 42 juta ton minyak sawit untuk kebutuhan tahun 2020, meningkat dari estimasi produksi tahun 2014 sebesar 29,5 juta ton.

Indonesia selama ini gigih menegaskan bahwa  komoditi tersebut sebagai produk yang sustainable dan inklusif, banyak melibatkan petani dan berperan mengurangi kemiskinan.

Undang Investor

Kepada Herman Van Rompuy, Presiden Jokowi juga mengundang investor Eropa untuk menanamkaninvestasinya di Indonesia.

“Uni Eropa menempati urutan nomor dua terbesar investasinya setelah Jepang, sehingga kita harus terus membina hubungan agar investasinya bertambah,” kata Presiden Jokowi usai mengantar tamunya. (WID/Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru