Bertemu Romahurmuzy, Presiden Jokowi Tidak Persoalkan Dukungan PPP Dalam Pilgub DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 November 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 13.612 Kali
Presiden Jokowi saat menerima Ketua Umum DPP PPP Romarhurmuzy, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11) siang. (Foto: BPMI/Setpres)

Presiden Jokowi saat menerima Ketua Umum DPP PPP Romarhurmuzy, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11) siang. (Foto: BPMI/Setpres)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mempersoalkan sikap DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mendukung calon berbeda dengan calon yang didukung oleh sejumlah partai pendukung pemerintah pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada Pemlihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Februari 2017 mendatang.

Soal dukungan untuk calon dalam Pilkada itu, Presiden Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme internal partai yang berlaku.

“Itu haknya partai, itu hak setiap partai, dan itu juga haknya dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Saya tidak mau ikut-ikut di situ,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menjamu makan siang Ketua Umum DPP PPP Romarhurmuzy, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11) siang.

Romahurmuzy yang akrab dipanggil Romi sendiri menjelaskan, setiap partai politik memiliki mekanismenya masing-masing. Dalam sejumlah daerah, PPP misalnya, memiliki pilihan calon yang sama dengan partai-partai pengusung pemerintah lainnya. Namun di daerah lainnya, PPP juga memiliki calon pasangan berbeda dengan partai pengusung pemerintah lainnya.

Semua itu, lanjut Romi, tentulah didasari dengan pertimbangan matang dari internal partai politik. Meski demikian, Romi memastikan bahwa PPP tetap berkomitmen dalam mendukung pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla hingga akhir masa jabatan.

“Kita bersama-sama dengan pemerintahan Pak Jokowi dan Pak JK (Jusuf Kalla) ini sampai 2019 yang akan datang. Kita memastikan koalisi itu solid, tidak ada perubahan-perubahan apapun,” tegas Romi.

Romi menegaskan, bahwa agenda kita, terutama agenda ekonomi, jauh lebih besar daripada energi yang dibutuhkan dan dicurahkan beberapa pekan terakhir ini untuk terus berbeda, untuk terus mengangkat satu isu saja.

Sementara terkait dengan segala perbedaan yang ada, Romi mengajak seluruh pihak, utamanya kaum muslim, agar memberikan kesejukan bagi kalangan masyarakat. Karena menurutnya, kehadiran Islam itu untuk semesta alam, bukan hanya untuk umat Islam sendiri tetapi juga untuk seluruh umat manusia.

“Dan dalam kerangka itulah saya kira dalam kedudukan Islam sebagai perekat itu, maka wajah Islam yang dikembangkan di Indonesia adalah wajah Islam yang ramah, wajah Islam yang menarik, wajah Islam yang merangkul. Bukan wajah Islam yang garang, bukan wajah Islam yang membawakan kekerasan, dan juga bukan wajah Islam yang terus menerus menimbulkan ketegangan,” tutur Romi.

Terus Dilakukan

Menjawab wartawan Presiden Joko Widodo memastikan bahwa silaturahmi yang dilakukan kepada sejumlah tokoh dan ormas Islam  akan terus dilakukan. Selain karena memang dirinya bertekad untuk menjadikan hal tersebut sebagai suatu tradisi, silaturahmi juga disebutnya dapat memberikan solusi dan mengetahui segala kekurangan yang dimiliki pemerintah.

“Kita menjadi semakin tahu apa yang harus kita perbaiki, apa yang harus kita benahi, apa yang harus kita lakukan. Yang sebelumnya kita tidak berpikir sejauh itu, tetapi dengan kita datang berkunjung silaturahmi menjadi semakin tahu betapa pentingnya yang saya sampaikan di depan tadi. Dan ini akan terus kita lanjutkan dalam mengimplementasikan pemantapan ideologi Pancasila,” terang Presiden. (BPMI Setpres/ES)

Berita Terbaru