Bertolak Ke AS, Presiden Jokowi Tetap Pantau Penanganan Korban Bencana Kabut Asap

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 24 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 22.968 Kali
Presiden Jokowi didami pingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko Kemaritiman Rizal Ramli sebelum bertolak ke AS dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (24/10) petang

Presiden Jokowi didami pingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko Kemaritiman, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (24/10) petang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ-2, Sabtu (24/10) sore pukul 17.45 WIB lepas landas dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Washington DC, Amerika Serikat (AS), guna melakukan kunjungan resmi selama lebih kurang lima hari di AS.

Kunjungan resmi Presiden Jokowi yang merupakan undangan resmi Presiden AS Barack Obama bertujuan meningkatkan kerjasama bilateral Indonesia-AS, utamanya di bidang perdagangan dan investasi, ekonomi digital dan kreatif, pengembangan toleransi, dan demokrasi.

Dalam kunjungan ini, menurut rencana, selain bertemu Presiden AS Barack Obama, Presiden Jokowi juga akan melaksanakan serangkaian pertemuan dengan pengusahan AS dan akan menyampaikan policy speech di Brooking Institute yang merupakan think thank berpengaruh di dunia.

“Kunjungan ini diharapkan akan mendorong investasi ke Indonesia yang manfaatnya akan dirasakan oleh rakyat Indonesia,” kata Presiden Jokowi dalam pernyataan persnya sebelum bertolak ke AS.

Selain itu, Presiden juga akan mendengar dan melihat langsung kisah sukses AS dalam membangun ekonomi digital dan kreatif. “Saya ingin rakyat Indonesia, khususnya dunia usaha nasional, dapat meningkatkan kualitas produksi dan daya saing dengan memanfaatkan teknologi,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden meyakini, pengembangan ekonomi digital dan kreatif, manfaatnya akan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di pedesaan.

Adapun tema kunjungan resmi ke AS kali ini adalah “Mengembangkan Kemitraan Strategis untuk Perdamaian dan Kesejateraan Bersama”. Hal ini menggambarkan keyakinan Presiden Jokowi bahwa Indonesia dan AS merupakan dua negara dan bangsa yang besar. Sehingga kerjasama di antara keduanya bukan hanya dapat membawa kesejahteraan bagi rakyat di kedua negara namun juga akan memberi manfaat bagi stabilitas dunia.

Pantau Perkembangan Tanah Air

Meskipun meninggalkan tanah air untuk kunjungan kenegaraan, Presiden Jokowi menegaskan bahwa dirinya akan tetap memantau perkembangan situasi dan kondisi di tanah air.

“Meskipun saya meninggalkan tanah air untuk beberapa waktu, saya akan terus memantau detik demi detik, menit demi menit, terutama dalam pengendaliaan kebakaran hutan dan lahan serta penanganan korban bencana kabut asap,” tegas Presiden.

Presiden juga telah memberi instruksi kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut B. Pandjaitan serta menteri-menteri terkait lainnya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam penangan kabut asap.

“Padamkan api, hilangkan asap, dan segera bantu korban kabut asap,” tegas Presiden Jokowi.

(TKP/ES)

 

Berita Terbaru