Bertolak ke Paris, Presiden Jokowi Hadiri KTT Perubahan Iklim

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 29 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 30.838 Kali
Presiden Jokowi berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, dan Seskab Pramono Anung, sesaat sebelum bertolak ke Paris dari Bandara Halim Peranakusuma, Jakarta, Minggu (29/11)

Presiden Jokowi berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam, dan Seskab Pramono Anung,  sebelum bertolak ke Paris dari, Jakarta, Minggu (29/11)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Minggu (29/11) pagi, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta,  bertolak menuju ke Paris, Perancis, guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Forum COP 21.

Dalam keterangannya pers sebelum keberangkatan, Presiden Jokowi mengatakan, kehadirannya bersama 135 kepala negara dan pemerintahan lainnya di Paris adalah untuk memberikan dorongan bagi proses perundingan perubahan iklim, sehingga bisa tercapai kesepakatan baru yang bersifat mengikat dan jangka panjang untuk penanganan perubahan iklim.

Siaran pers Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, menyebutkan, Presiden berharap dalam forum COP 21 juga bisa diputuskan mengenai detail dari kesepakatan  baru itu, sehingga bisa langsung ‘nendang’.

Menurut Presiden Jokowi, pesan utama yang akan disampaikannya  adalah dukungan penuh Indonesia bagi keberhasilan COP21, sekaligus dukungan moral pada Perancis d itengah aksi terorisme yang melanda Perancis belum lama ini.

“Kita memberikan dukungan politik, sama seperti konferensi sebelumnya, komitmen, karena kita berada pada posisi yang tepat 17 ribu pulau, kalau terjadi kenaikan permukaan air laut,” kata Presiden Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Minggu (29/11).

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi ingin menyampaikan kontribusi Indonesia dalam isu perubahan iklim, terutama dalam mendorong terealisasinya secara penuh prinsip common but differentiated responsibility. Hal ini penting agar negara berkembang dapat berkontribusi lebih besar dalam isu perubahan iklim.

Presiden Jokowi juga akan mendorong adanya dukungan pendanaan kerja sama teknologi dan peningkatan kapasitas dalam pengendalian perubahan iklim. “Presiden ingin menyampaikan komitmen Indonesia kedepan dalam pengurangan emisi yaitu penurunan emisi 29%  di tahun 2030 dan 41% dengan kerja sama internasional,” tulis Ari Dwipayana dalam siaran persnya.

Dalam Forum COP 21 itu, Presiden Jokowi akan menyampaikan langkah-langkah konkrit Indonesia dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, terutama perbaikan tata kelola lahan gambut. “Nanti akan kita sampaikan masalah secara konkrit apa yang kita kerjakan termasuk restorasi gambut, review ijin lama dan moratorium dengan jangka waktu yang tertentu,” ujar Presiden.

Presiden juga direncanakan mengunjungi Pavilliun Indonesia yang berada di arena pertemuan COP 21. Pavilliun Indonesia mengusung tema “Solution to Climate Change”.

Selain itu, di sela-sela pelaksanaan rangkaian Forum COP 21 nanti, Presiden Jokowi direncanakan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan kepala negara dan pemerintahan: Belanda, Norwegia, India dan Afrika Selatan. Pertemuan Leaders UNFCCC COP 21 di Paris, Perancis berlangsung dari tanggal 30 November 2015 sampai 1 Desember 2015.

Presiden dan Ibu Negara berangkat diperkirakan tiba di Bandara Internasional Le Bourget Paris Perancis pada Minggu pukul 21.00 Waktu Setempat. (ES)

Berita Terbaru