Boleh Impor, Menko Perekonomian: Bulog Diberi Kewenangan Stabilkan Harga Daging

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 Agustus 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 24.289 Kali

DagingTerkait dengan melambungnya harga daging sapi di pasaran, yang berujung pada aksi mogok sejumlah pedagang daging di beberapa daerah, Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengemukakan, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Mendag Rahmat Gobel, dan Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti telah melakukan  rapat untuk mengambil tindakan, termasuk membuka impor yang lebih besar kepada Bulog.

Apa sudah dirapatkan Presiden tentang kelangkaan daging? “Tentu dilaporkan oleh Menteri Pertanian. Menteri Pertanian telah melaporkan dan tindakan-tindakan yang perlu diambil oleh Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian,” kata Sofyan kepada wartawan saat menghadiri acara peringatan HUT ke – 38 Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8).

Menko Perekonomian tidak bisa memberikan kepastian berapa jumlah daging yang akan diimpor oleh Perum Bulog. Ia hanya menyebutkan, bahwa Bulog diberikan wewenang yang lebih besar untuk melakukan tindakan itu (impor) untuk menstabilisasi harga daging.

Patokan pemerintah harga standarnya berapa? “Kita tidak bisa mengatakan berapa harga standar, yang menjadi masalah adalah tergantung supply and demand. Tapi bahwa harga sekarang ini sudah tidak rasional. Supply-nya ini harus kita bereskan,” jelas Sofyan.

Sejumlah media melaporkan, para pedagang daging yang melakukan aksi mogok mengeluhkan tingginya harga daging yang mencapai Rp 120.000/kg, atau lebih tinggi dibanding masa Lebaran sebesar Rp 100.000/kg.

Terkait rencana aksi pemogokan pedagang daging yang akan berlangsung hingga Rabu (12/8) mendatang, Menko Perekonomian Sofyan Djalil menegaskan, akan dilakukan intervensi oleh Perum Bulog,

“Bulog sekarang melakukan intervensi ke pasar. Kemarin saya rapat dengan Dirut Bulog, yang  mengatakan mereka siap melakukan intervensi ke pasar terutama adalah mengatasi kelangkaan yang terjadi di pasar hari ini. Itu jangka pendek sekali. Tapi jangka menengah dan panjang kita harus bereskan supply-nya,” ungkap Sofyan.

Menurut Menko Perekonomian, mekanisme pasar dalam kasus tingginya harga daging sapi saat ini kuncinya adalah supply and demand. “Kita bereskan supply dulu ya,” pungkasnya. (UN/WID/RAH/ES)

 

Berita Terbaru