Buka Kongres III PA GMNI, Presiden Jokowi: Nyalakan Obor Optimisme Hadapi Tantangan Kebangsaan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Agustus 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 42.039 Kali
Presiden Jokowi didampingi Preside kelima RI Megawati memukul gong tanda dimulainya Kongres PA GMNI, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (7/8) petang

Presiden Jokowi didampingi Preside kelima RI Megawati memukul gong tanda dimulainya Kongres III PA GMNI, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (7/8) petang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, jalan untuk menunjukkan cita-cita sebagai bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian bukanlah jalan yang mudah. Untuk menempuh jalan perubahan, kata Presiden, memang jalan yang berliku dan mendaki, banyak tantangan-tantangan baru yang harus kita hadapi.

“Kita harus melindungi teritorial kedaulatan kita yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Weh sampai Pulau Rote. Kita harus menjaga laut kita dari tindakan pencurian ikan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pembukaan pada Kongres III Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI), di Gedung JIExpo, Kemayoran, Jumat (7/8) petang.

Presiden menyampaikan, sesuai informasi dari Menteri Kelautan dan Perikanan,  sehari ada 7000 kapal ilegal yang mencuri ikan di perairan kita. Setahun, kita  kehilangan Rp 300 triliun hanya gara-gara ikan.

“Belum yang berkaitan dengan pertambangan ilegal, pencurian kayu, illegal logging, betul-betuk sebuah angka yang sangat besar. Hanya masalah ikan saja Rp 300 triliun kita hilang, bayangkan kalau kita bagi kepada rakyat kita,” tutur Jokowi.

Karena itu, Kepala Negara menegaskan, kita  harus menjaga seluruh kekayaan alam yang ada di bumi pertiwi dari tindakan pertambangan ilegal, dari tindakan illegal logging. Kita harus melindungi dan memberi rasa aman pada segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, dari tindakan perdagangan manusia dan kejahatan kemanusiaan lainnya.

“Kita harus menghadapi tantangan sebagai masyarakat majemuk sehingga perbedaaan sering kali dijadikan alasan untuk menunculkan konflik horisontal ataupun tindakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama, mengatasnamakan ras, mengatasnamakan golongan,” tambah Kepala Negara.

Presiden menambahkan, kita sedang menghadapi bahaya narkoba yang mengancam generasi kita. Jumlah pengguna narkoba di Indonesia juga meningkat dari waktu ke waktu, dan jumlah kematian akibat penyalahgunaan narkoba juga sudah sangat mengkhawatirkan. Kita juga menghadapi tantangan kemiskinan, tantangan keterbelakangan, tantangan ketimpangan.

“Belum semua saudara-saudara kita bisa memiliki listrik, masih banyak saudara-saudara kita di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terluar belum mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan yang memadai,” ungkap Jokowi.

Namun Presiden meyakini, semua tantangan -tantangan kebangsaan itu bisa dihadapi jika kita bersatu. “Kita harus terus menyalakan obor persatuan Indonesia, kita harus semakita kuat menghadapai tantangan-tantangan kebangsaan kalau kita semuanya bersatu,” kata Jokowi.

Presiden menambahkan, kita harus berani tegas dalam menghadapi ancaman terhadap kepentingan nasional, kita harus bersikap tegas tanpa kompromi dalam menghadapi para mafia yang merugikan kepentingan nasional, mulai dari mafia migas, mafia impor pangan, mafia illegal fishing, illegal mining, semuanya.

“Kita harus nyalakan obor optimisme sebagai bekal untuk menghadapi tangangan-tantangan kebangsaan yang semakin berat dan semakin berliku,” pesan Presiden Jokowi.

Kongres yang dihadiri oleh 1000 anggota PA GMNI dari tingkat provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia tersebut,  memiliki tema ‘Jalan Trisakti Menuju Tatanan Masyarakat Pancasila’.

Turut hadir dalam Pembukaan Kongres III Persatuan Alumni GMNI tersebut adalah Presiden RI ke-V Megawati, Menko Bidang Polhukam Tedjo Edy Purdijatno, Menko Bidang PMK Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Menteri Perindustrian M. Saleh Husin. (SLN/AGG/ES)

Berita Terbaru