Buka KTT Asia Afrika ke-60, Presiden Jokowi Desak Dilakukannya Reformasi PBB

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 April 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 37.563 Kali
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada pembukaan KTT Asia Afrika ke-60, di JCC, Jakarta, Rabu (22/4) pagi

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada pembukaan KTT Asia Afrika ke-60, di JCC, Jakarta, Rabu (22/4) pagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika ke-60, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (22/1) pagi. Sejumlah Kepala Negara/Kepala Pemerintahan hadir dalam pembukaan ini, di antaranya Presiden RRT Xi Jinping, Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe, Raja Yordania Abdullah, dan PM Brunei Darussalam Sultan Hasanah Bolkiah.

Dalam sambutan pembukaannya, Presiden Jokowi menyerukan untuk membangun kembali tatanan global yang lebih adil, dengan mengedepankan kepemimpinan bersama tanpa adanya lagi dominasi negara-negara besar.

Dalam mewujudkan tatanan global yang lebih adil itu, Presiden mendesak adanya reformasi PBB sebagai badan dunia yang mengutamakan keadilan bagi semua, terutama dalam menangani aksi-aksi kekerasan tanpa mandat PBB.

┬ôKita-kita bangsa Asia Afrika mendesak reformasi PBB agar berfungsi optimal,” tegas Jokowi.

Kepala Negara mengemukakan, dunia yang kita warisi sekarang masih sarat dengan ketidakadilan, kesenjangan, dan kekerasan global. Cita-cita bersama mengenai lahirnya sebuah peradaban dunia baru, sebuah tatanan dunia baru, yang berdasarkan keadilan, yang berdasarkan kesetaraan dan kemakmuran, kata Kepala Negara, masih jauh dari harapan.

Menurut Presiden Jokowi, ketidakadilan dan ketidakseimbangan global masih terpampang gamblang di hadapan kita. Ketika negara-negara kaya, yang hanya sekitar 20 persen penduduk dunia, menghabiskan 70 persen sumber daya bumi, bagi Presiden Jokowi menunjukkan ketidakadilan menjadi nyata.

“Ketika ratusan orang di belahan bumi sebelah utara menikmati hidup super kaya sementara 1,2 miliar jiwa di belahan selatan tidak berdaya dalam kemiskinan dan penghasilan kurang dari 2 dollar per hari, maka ketidakadilan semakin kasat mata,” papar Jokowi.

Presiden Jokowi menilai, semakin kentara ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak berdaya. Aksi-aksi kekerasan tanpa mandat PBB seperti yang kita saksikan telah menafikan keberadaan PBB.

Oleh karena itu, tegas Presiden Jokowi, bangsa-bangsa di Asia Afrika mendesak reformasi PBB agar berfungsi secara optimal sebagai badan dunia yang mengutamakan keadilan bagi kita semua, bagi semua bangsa.

(Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru