Buka Muslim Fashion Festival, Presiden Jokowi Dorong Pengembangan Busana Muslim Khas Indonesia

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 April 2018
Kategori: Berita
Dibaca: 25.255 Kali
Presiden Jokowi menyaksikan peragaan busana muslim saat pembukaan Muslim Fashion Festival Indonesia Tahun 2018, di Plenary Hall, JCC, Jakarta, Kamis (19/4). (Foto: Deni S/Humas)

Presiden Jokowi menyaksikan peragaan busana muslim saat pembukaan Muslim Fashion Festival Indonesia Tahun 2018, di Plenary Hall, JCC, Jakarta, Kamis (19/4). (Foto: Humas/Deni)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para desainer muslim di tanah air untuk bekerja sama mengembangkan busana muslim yang memiliki ciri khas ke-Indonesiaannya.

Ajakan ini disampaikan Presiden saat membuka Muslim Fashion Festival (Mufest) Indonesia Tahun 2018, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (19/4) pagi.

“Sama seperti ada gaya busana muslim di Saudi, gaya busana muslim di (Uni) Emirat, gaya busana muslim di Turki, kita juga harus kembangkan gaya busana muslim yang khas Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, fashion yang paling baik adalah yang bisa menciptakan perpaduan antara  unsur tradisional, dan unsur modern, sehingga ciri khas ke-Indonesiaannya tetap bisa dilihat dan dibaca.

Presiden juga mendorong para pelaku bisnis busana muslim di tanah air untuk bersama-sama bersinergi dengan sektor lain, misalnya di sektor olahraga. “Ini contoh yang saya lihat sebuah inovasi dari Nike yang mereka namakan Nike Pro Hijab,” ucapnya.

Dari informasi yang diterimanya, menurut Presiden Jokowi, produk yang cukup canggih, yang desainnya dioptimalkan untuk prestasi olahraga yang baik adalah produk yang tidak menghalangi gerakan tubuh saat bertanding.

“Jadi bagaimana atlet bisa punya busana yang optimal untuk berprestasi di olahraga, namun juga mencerminkan unsur busana muslim,” ujar Presiden Jokowi.

Ikuti Perkembangan

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi berpesan agar para pelaku bisnis busana muslim memperhatikan perkembangan terkini dari aspek teknologi. Ia menunjuk contoh perkembangan dahsyat dari sektor e-commerce, teknologi, kain, dan tekstil.

Dari segi e-commerce, Presiden minta benar-benar diperhatikan, karena sudah terjadi tidak saja terjadi di Indonesia tapi juga di negara lain, banyak pertokoan dan mal yang agak sepi karena dampak pergeseran dari pola konsumsi dari offline menuju online.

Oleh sebab itu, lanjut Presiden, pelaku di sektor ritel banyak yang mengeluh, tapi sebenarnya bisnis tersebut turun karena kurang bisa mengikuti perkembangan zaman.

Presiden mengaku mendapatkan informasi ada satu start up Indonesia yang sangat sukses yaitu hijup.com, yang produk dan webnya sangat keren.

“Saya belum beli di sini tapi katanya service-nya juga sangat baik, dan sekarang sudah banyak ekspor ke mancanegara,” kata Presiden Jokowi seraya menambahkan, itulah contoh pendekatan yang sangat baik dan  progresif dengan memanfaatkan e-commerce.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki. (DNA/ES)

Berita Terbaru