Buka Pameran Lukisan Agussis, Seskab: Pemerintah Berkomitmen Jaga Kelestarian Lingkungan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 Juli 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 14.870 Kali
Seskab Pramono Anung membuka pameran tunggal ke-17 karya Agus Siswanto (Agussis) di Balai Budaya, Jakarta, Jumat (21/7) malam. (Foto: Humas/Oji)

Seskab Pramono Anung membuka pameran tunggal ke-17 karya Agus Siswanto (Agussis) di Balai Budaya, Jakarta, Jumat (21/7) malam. (Foto: Humas/Oji)

Sekretaris Kabinet (Pramono Anung) Pramono Anung membuka pameran tunggal ke-17 karya Agus Siswanto (Agussis) di Balai Budaya, Jakarta, Jumat (21/7) malam. Pameran yang akan digelar hingga 30 Juli mendatang mengangkat tema Go Green.

“Begitu saya dapat gambar-gambar foto Mas. Saya bisa menangkap kegelisahan. Ada beberapa yang menurut saya pesannya itu kuat sekali”, ujar Pramono Anung mengomentari lukisan-lukisan karya Agussis.
Salah satunya lukisan berjudul “Cukong Kayu”, yang disebut Pramono kuat sekali pesan goresan makna dan protes sosialnya. Kegelisahan Agussis juga terlihat dari lukisan berjudul “Menuju Puncak” dan “Rencana Jahat”.

“Mengenai Rencana Jahat. Ini kan kelihatan sekali bahwa para pengusaha yang selama ini memanfaatkan kejahatannya itu untuk menggunakan kekayaan alam bangsa ini,” tambah Pramono Anung tentang lukisan berjudul “Rencana Jahat”.

Melihat kegelisahan Agussis, Pramono Anung meyakinkan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi berkomitmen ikut menjaga kelestarian lingkungan. Sesuai dengan tema Go Green yang diangkat sebagai tema pameran.

“Jangan khawatir sejak Pak Presiden Jokowi, beliau mengeluarkan moratorium tidak pernah mengeluarkan satu jengkal pun bagi siapapun untuk sawit,” tambah Pramono Anung mencontohkan.

Mengakhiri sambutannya, Pramono Anung mengajak pelukis Indonesia untuk lebih berani menjual diri karena banyak pelukis yang kurang endorsement.

“Seniman sekarang ini, persoalan kita itu adalah keberanian kita untuk menjual diri. Kalau saya lihat ini karya yang kuat sekali. Problemnya adalah endorsement-nya kurang,” tambah Pramono Anung.

Pramono Anung juga mengajak seniman mulai berpikir untuk beralih menggunakan pigura yang tidak terlalu besar sehingga memudahkan untuk di-handling.

Pembukaan ini ditandai oleh pembukaan pintu ruang pameran oleh Seskab, Pramono Anung. Pelukis Agussis juga memberikan kenang-kenangan kepada Pramono Anung berupa lukisan berjudul “Tinggal Sehelai Daun Kering”. Menerima kenang-kenangan tersebut Pramono Anung pun mengucapkan terima kasih.

“Alhamdulillah, terima kasih,” ujar Pramono Anung.

Dalam kesempatan berbeda, Agussis menyampaikan ketertarikan pada konsep Go green didasari oleh kegelisahannya akan fenomena alam, seperti banjir, penebangan hutan dan pembakaran hutan. (RMI/OJI/ES)

Berita Terbaru