Buka Rakernas Basarnas 2022, Presiden Jokowi Tekankan Empat Hal untuk Perkuat SAR Indonesia

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 21 Februari 2022
Kategori: Berita
Dibaca: 680 Kali

Presiden Jokowi saat membuka Rakernas Basarnas Tahun 2022, Senin (21/02/2022), secara virtual dari Istana Negara, Jakarta. (Foto: Humas Setkab/Jay)

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, dalam situasi apapun pelayanan pencarian dan pertolongan (SAR) harus sigap dan cepat untuk menyelamatkan setiap jiwa manusia.

Hal tersebut ditegaskan Presiden saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tahun 2022, secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Senin (21/02/2022) pagi.

“Di manapun, dalam situasi apapun, setiap jiwa harus diselamatkan dari risiko bencana dan kedaruratan lainnya. Basarnas harus segera hadir secara cepat untuk memberikan pertolongan. Setiap detik sangatlah berarti bagi keselamatan jiwa,” kata Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden pun menekankan lima hal terkait perkuatan SAR nasional.

Pertama, Basarnas harus memperbanyak inovasi dengan memanfaatkan teknologi. Menurut Presiden, teknologi SAR sudah berkembang dengan cepat dan semakin canggih yang dapat membantu memproyeksi dan menganalisa secara cepat dan akurat dan dengan penanganan yang lebih tepat. Hal ini akan lebih efektif untuk menyelamatkan lebih banyak korban.

“Basarnas tidak boleh ketinggalan. Saya ulang, Basarnas tidak boleh ketinggalan dalam hal teknologi, harus cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi SAR yang terkini,” tegasnya.

Kedua, Basarnas harus terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

“SDM SAR harus memiliki kompetensi yang tinggi, keahlian yang relevan dengan kebutuhan situasi hari ini, dan pastikan keselamatan tim SAR yang sedang bekerja,” ujarnya.

Ketiga, Basarnas harus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Kepala Negara menegaskan, kerja SAR adalah kerja terpadu dengan melibatkan berbagai elemen seperti kementerian, lembaga pemerintah, TNI, Polri, badan usaha, organisasi kemasyarakatan, dan potensi SAR lainnya.

“Libatkan seluruh elemen masyarakat, semua potensi, dan buang jauh yang namanya ego sektoral. Buang jauh-jauh yang namanya ego sektoral, semua harus bersinergi dalam operasi kemanusiaan,” tegasnya.

Keempat, Basarnas harus memperkuat pencegahan, mitigasi, dan antisipasi. Presiden menekankan pentingnya melakukan edukasi serta pelatihan-pelatihan teknis SAR secara masif kepada masyarakat.

“Kita harus membangun kesadaran agar masyarakat semakin peduli dan sigap melakukan upaya preventif, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana dan kawasan kedaruratan, agar terbangun budaya SAR dan masyarakat tangguh kedaruratan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara atas nama masyarakat, bangsa, dan negara, juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-50 kepada Basarnas.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yang selalu sigap membantu masyarakat, membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di berbagai daerah di berbagai medan bencana,” ucapnya.

Presiden kembali mengingatkan bahwa Indonesia memiliki risiko tinggi bencana dan risiko kedaruratan, kecelakaan, bencana alam, dan kondisi-kondisi yang lain yang membahayakan manusia. Musibah yang datangnya sulit diperkirakan, sulit diprediksi, bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan bisa menimpa siapa saja.

Oleh karena itu, Presiden menekankan bahwa kesiapsiagaan dan kewaspadaan sangat penting. Indonesia memerlukan tim SAR yang cepat tanggap, militan, serta mampu memberikan pertolongan yang cepat dan tepat terhadap kondisi yang memerlukan penanganan khusus bencana tanggap darurat, serta yang membahayakan manusia.

“Saya harapkan Rakernas ini melahirkan gagasan-gagasan yang inovatif, yang implementatif, terobosan-terobosan penting untuk meningkatkan pelayanan Basarnas kepada masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Henri Alfiandi dalam laporannya mengungkapkan bahwa pada tahun 2021, Basarnas telah melakukan operasi pencarian dan pertolongan sebanyak 2.264 kejadian, yang meliputi operasi kecelakaan pesawat, kapal, penanganan khusus, bencana, dan kondisi membahayakan manusia.

“Basarnas tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dengan efektif dan efisien serta manajemen yang terukur,” ujar Henri.

Selain melakukan tanggap darurat, ujar Henri, Basarnas juga melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana seperti pendidikan dan pelatihan SAR dan pelatihan potensi SAR. Selain itu, Basarnas juga melakukan latihan SAR yang bersifat gabungan dengan kementerian, lembaga, TNI, Polri, latihan dengan negara tetangga, serta latihan berskala internasional.

Dalam acara ini, Kepala Basarnas secara simbolis memberikan dua buah buku kepada Presiden Jokowi. Buku pertama berjudul “Basarnas Emas” dan buku kedua tentang Pelatihan Pencarian dan Pertolongan bagi Potensi SAR.

Turut mendampingi Presiden di Istana Negara yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Basarnas Henri Alfiandi. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Basarnas ke-50 ini juga dihadiri secara daring oleh seluruh pegawai Basarnas serta perwakilan dari kementerian, lembaga, TNI, Polri, dan potensi SAR lainnya. (FID/UN)

Berita Terbaru