Buka Tanwir, Presiden Jokowi: Muhammadiyah Kerja Keras Wujudkan Islam Berkemajuan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 24 Februari 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 17.052 Kali
Presiden Jokowi didampingi Menag saat membuka acara Tanwir Muhammadiyah di Ambon, Maluku (24/2). (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Jokowi didampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan Gubernur Maluku Said Assagaff saat membuka acara Tanwir Muhammadiyah di Ambon, Maluku (24/2). (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, Muhammadiyah sebagai pembawa misi Islam berkemajuan terbukti telah menjadi kekuatan transformatif terbangunnya tata kehidupan umat yang lebih baik. Semua ini dilakukan organisasi ini melalui jalur pendidikan, kesehatan, dan aktivitas sosial yang lain.

Presiden mengaku, dirinya mengetahui saat ini Muhammadiyah telah memiliki 4.623 TK, 2.252 SD dan MI, 1.632 SMP dan MTsN, 1.291 SMA, SMK, dan MA , serta 171 Perguruan Tinggi.

“Ini adalah sebuah kekuatan yang sangat besar,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Tanwir Muhammadiyah Tahun 2017, di Ambon, Maluku, Jumat (24/2) pagi.

Ditambahkan Presiden, jumlah tersebut masih ditambah rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang jumlahnya 2.119, serta pesantren, panti asuhan, dan panti jompo yang datanya tidak dimilikinya.

“Pasti lebih banyak lagi, pasti lebih banyak lagi, karena datanya ini kesulitan. Mungkin menghitungnya kesulitan, sehingga datanya saya tidak memiliki,” tutur Presiden.

Karena itu, Presiden Jokowi percaya kalau misi Islam berkemajuan ini akan menjadi sebuah kekuatan yang harus dijaga terus.

“Kalau komitmen ini kita jaga, kalau kita bersama-sama bergotong royong, kita akan dapat mewujudkan masyarakat yang tamadun, yang beradab, yang maju, yang berdaulat, dan yang berkeadilan,” tutur Presiden.

Presiden saat meresmikan klinik apung di Ambon, Maluku (24/2). (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden saat meresmikan klinik apung di Ambon, Maluku (24/2). (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden percaya, ke depan Muhammadiyah akan semakin bekerja keras untuk mewujudkan Islam berkemajuan dan tatanan NKRI yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

“Sebuah tatanan hidup yang berkeadilan, yang berpihak pada kaum mustad’afin, kaum yang lemah, masyarakat yang miskin, masyarakat yang tertinggal,” jelas Presiden.

Terkait dengan pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah, Presiden Jokowi berharap akan hadir gagasan-gagasan berkemajuan untuk mewujudkan kedaulatan dan keadilan sosial di tanah air.

Usai membuka Sidang Tanwir Muhammadiyah, Presiden  meninjau sekaligus meresmikan pengoperasionalan Klinik Apung Said Tuhuleley.

Selain Presiden Jokowi, pembukaan Tanwir Muhammadiyah itu dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua DPR Setya Novanto, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (UN/RAH/ES)

Berita Terbaru