Bukan Hanya Jakarta-Bandung, Presiden Jokowi Ingin Transportasi Massal Juga Ada di Kota Lain

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 Januari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 28.444 Kali
Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (15/1) (Foto:Humas/Deni)

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (15/1) (Foto:Humas/Deni)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden, Jakarta Jumat sore (15/1) memimpin Rapat Terbatas (ratas) mengenai kereta api cepat Jakarta-Bandung. Mengawali pengantarnya, Presiden mendorong agar transportasi massal bukan hanya di Jakarta dan Bandung saja namun juga kota-kota besar lain di Indonesia.

“Saya ingin terus mendorong sistem transportasi massal tidak hanya di Jakarta, tidak hanya Bandung, tetapi juga kota-kota besar yang ada di Indonesia,” jelas Presiden.

Saat ini, menurut Presiden, proses pembangunan Light Rail Transit (LRT) juga sudah mulai dikerjakan di Palembang, mungkin nantinya setelah ini di Bandung, Surabaya dan kota-kota yang lainnya.

Untuk itulah, Presiden Jokowi pada kesempatan sore hari ini mengundang Rapat Terbatas untuk membahas dan ingin mengetahui lebih jauh kendala-kendala yang berkaitan dengan perizinan.

“Saya ingin mendapatkan laporan mengenai penetapan trase kereta api cepat Jakarta-Bandung ini kemudian juga mengenai proses perizinan yang lain,” tambah Presiden.

Hal lainnya yang menjadi fokus perhatian Presiden Jokowi dalam ratas kali ini adalah mengenai penetapan Badan Usaha Negara Perkeretaapian, maupun yang terkait dengan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

Dengan kata lain, Presiden ingin memastikan semuanya siap baik konsorsium maupun penyertaan modalnya. “Saya ingin memastikan semuanya siap, konsorsium kereta api cepat Jakarta-Bandung, harus betul-betul siap baik dalam penyertaan modal dan kesiapan dari aspek-aspek yang lain,” tutur Presiden.

Sementara itu, Presiden juga menegaskan bahwa daerah-daerah yang wilayahnya dilewati oleh kereta api cepat juga harus betul-betul siap. Hal ini sesuai dengan hasil ratas sebelumnya yakni saat Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung yang juga menyampaikan keinginannya untuk koneksi dari kereta api cepat dengan LRT Bandung Raya.

“Saya ingin mendapatkan konsep detailnya seperti apa, gambarannya seperti apa, juga yang berkaitan dengan LRT DKI yang bagian dalam kota. Kesiapannya seperti apa,” pungkas Presiden mengakhiri pengantarnya dalam ratas sore ini.

Dalam ratas jumat sore hari ini, turut dihadiri Menko Bidang Polhukam Luhut B Pandjaitan, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menko Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menhub Ignasius Jonan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Wamenlu AM Fachir, Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. (DID/EN)

Berita Terbaru