Cegah Banjir, Pemerintah Serahkan Pengelolaan Jalan-Jalan Utama Kepada Pemprov DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 Februari 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 47.668 Kali
Guberur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjawab pers, seusai mengikuti rapat terbatas tentang banjir di Jakarta, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/2)

Guberur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjawab pers, seusai mengikuti rapat terbatas tentang banjir di Jakarta, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/2) sore

Guna memudahkan pencegahan banjir di Jakarta, rapat terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan, untuk menyerahkan pengelolaan jalan-jalan utama, termasuk pompa-pompa air kepada Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Terkait dengan penyerahan itu Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah diminta bisa menjamin kebutuhan listriknya.

“PLN harus bisa menjamin pemasokan listrik karena pasar ikan itu, enam pompa besar itu belum ada listrik. Kalau ada 10 di Waduk Pluit dan 6 di pasar ikan, kita harapkan bagian tengah ini tidak akan banjir. Kalau dia tidak banjir, minimal yang Barat dan Timur tidak dibebani oleh air yang di tengah, paling rob. Kalau rob, paling 6 jam turun,” kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kepada wartawan seusai ratas di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/2) sore.

Menurut Ahok, Direktur Utama PLN Sofyan Basyir yang baru sebulan menjabat, sudah mendukung rencana untuk menjamin pasokan listrik bagi pompa-pompa air di Jakarta itu.

Mengenai keterkaitan antara gardu warga dengan waduk pompa, Ahok menyatakan bahwa sebenarnya itu betul tapi itu juga tidak betul juga. Karena warga yang rumahnya bagus, begitu ada air, listriknya jatuh. Yang perlu diperhatikan itu justru rumah-rumah yang agak kumuh karena tidak bisa jatuh.

“Kalian pernah ke Kampung Pulo? Sudah kerendam air masih nonton TV warganya kan? Justru kalau mau matiin, harus matiin itu lebih bahaya,” jelas Ahok.

Menurut Gubernur DKI Jakarta itu, di sekeliling Waduk Pluit sudah tidak ada rumah lagi, berbeda dengan dua tahun yang lalu. Tahun ini sekeliling Waduk Pluit itu sudah bersih dari rumah-rumah penduduk, justru tidak ada alasan lagi untuk ketakutan jika listrik tetap dinyalakan.

Soal listrik yang jika terus menyala maka akan mengakibatkan korsleting, Ahok kembali menekankan, “Kampung Pulo aja nggak merembet, nggak ada yang mati. Lihat nggak Kampung Pulo? Makanya saya bilang, kenapa Kampung Pulo yang nggak ada pompa kok kamu (PLN) ga matiin?”

Soal rencana PLN yang akan memberikan langsung kabel dari gardu induk, Ahok membenarkan hal tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah terdapat aliran listrik.

Meski demikian, menurut Ahok, Pemprov DKI Jakarta tetap akan membeli genset untuk mengamankan pasokan listrik. Walaupun, menurutnya, sebenarnya tidak perlu beli genset karena PLTU di Waduk Pluit ada 2 PLTU.

Terkait dengan masalah sabotase yang pernah diungkapkannya, Ahok menjawab sambil berlalu, “Bukan sabotase, itu istilah saja lah, istilah Ahok saja. Itu tiba-tiba mati saja CCTV-nya,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya ratas membahas masalah banjir di Jabodetabek itu dihadiri oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Menteri Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Plt. Gubernur Banten Rano Karno , Walikota Bogor Bima Arya, dan Plt. Bupati Bogor

(Humas Setkab/ES)

 

 

 

 

 

Berita Terbaru