Cegah Krisis Listrik, Pemerintah Segera Bangun PLTU 5.000 MW di Cilacap

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 November 2014
Kategori: Nusantara
Dibaca: 37.063 Kali

PLTUPemerintah dalam waktu dekat berencana akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas di 5X1.000 MW di Cilacap, Selatan Jawa Tengah. Pembangunan PLTU ini merupakan bagian dari target pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pasokan listri sebesar 35.000 MW dalam lima tahun ke depan.

Menteri ESDM Sudirman Said dalam konperensi pers di Jakarta, Kamis (6/11) mengemukakan, kalau pembangkit PLTU Cilacap itu selesai dibangun maka sudah 1/7 dari target sudah tercapai.

“Kita cari terobosan yang akan kita laksanakan segera, dan diputuskan secara baik adalah membangun 5X1.000 MW di Cilacap Selatan Jawa Tengah yang lokasinya adalah tidak jauh dengan pembangkit listrik 700 MW yang sekarang sudah beroperasi,” kata Sudirman.

Ia  menyebutkan, PLTU Batubara 5.000 MW yang akan dibangun di Cilacap, Jawa Tengah itu direncanakan menggunakan teknologi yang sedikit mengeluarkan polusi, karena akan menggunakan teknologi ultra super critical boiler. Yaitu teknologi yang mampu mengendalikan polusi dengan baik.

Mengenai skema yang digunakan dijelaskan Menteri ESDM, pihak pengembang langsung mengerjakan proyek PLTU tanpa melakukan perjanjian dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan setelah jadi baru dilakukan perjanjian dengan PLN.

“Pihak pengembang memiliki keyakinan jika ini dibangun, daerah akan tumbuh dan PLN pasti akan butuh, selain itu disekitar lokasi PLTU akan dibangun kawasan industri yang tentu saja memerlukan energi listrik,” pungkas Menteri.

Sudah Sangat Kritis

Menurut Menteri ESDM Samsudin Said, dalam rapat koordinasi yang baru dilakukannya, Dirut PLN telah melaporkan bahwa kondisi kelistrikan khususnya di Pulau Jawa sudah sangat kritis, antara pertumbuhan konsumsi dan pasokan sudah tidak lagi mencukupi. Karenanya harus dilakukan terobosan-terobosan membangun membangun pembangkit.

“Hasil laporan Direktur Utama PT PLN (Persero), kondisi kelistrikan saat ini di Jawa saja kemampuan kita untuk membangkitkan listrik 23.000 MW, dengan pertumbuhan rata-rat 8% atau 1.800 MW per tahun, jadi kalau tidak diantisipasi segera dan secepatnya, dan menghapus sumbatan-sumbatan maka dalam waktu dekat Jawa akan mengalami krisis listrik,” ujar Menteri lagi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri, kutip Menteri ESDM, sudah menegaskan dalam lima tahun ke depan dibutuhkan energi listrik yang baru sebesar 35.000 MW. Tanpa pasokan baru tersebut diyakini Indonesia akan mengalami krisis listrik. Pertumbuhan konsumsi listrik nasional sekitar 8 % atau setara dengan 1.800 MW per tahun.

Menteri ESDM Samsudin Said menegaskan, perlunya dilakukan terobosan untuk membangun pembangkit listrik sebelum sampai terjadi masa kritis.

Ia menyebutkan, seluruh adminstristrasi dan perijinan juga harus dipercepat prosesnya terutama menyangkut permasalahan pembebasan lahan dan izin pembangunan pembangkit. Perijinan juga diminta untuk dipercepat terutama berkaitan dengan masalah pertanahan. (Humas ESDM/ES)

Nusantara Terbaru