Cegah Macet Mudik Lebaran, Sistem BayarTol di Cikampek – Cipali Disatukan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 26 April 2016
Kategori: Nusantara
Dibaca: 19.833 Kali
Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di jalan tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (15/7). Pada puncak arus mudik H-2 Lebaran, ribuan kendaraan terjebak macet hingga 38 km antara jalan tol Cipali hingga tol Palikanci. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ed/aww/15.

Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di jalan tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (15/7). Pada puncak arus mudik H-2 Lebaran, ribuan kendaraan terjebak macet hingga 38 km antara jalan tol Cipali hingga tol Palikanci. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ed/aww/15.

Guna mengantisipasi lonjakan traffic di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) saat arus mudik balik lebaran di Juni-Juli 2016, sistem pembayaran tol pada Jalan Tol Cipali, Jalan Tol Jakarta-Cikampek serta Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi (Purbaleunyi) akan diintegrasikan.  Dengan demikian, para pengendara yang asal dan tujuan perjalanannya meneruskan, hanya perlu melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol tujuan sehingga tidak perlu lagi bertransaksi di Gerbang Tol (GT) Cikopo.

“Proses integrasi ini direncanakan selesai pada minggu kedua Juni 2016 dan diharapkan mampu mengurai antrian kendaraan secara optimal,” kata Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Hudaya Arryanto, di Subang, Jawa Barat, Senin (25/4).

Konsekuensi dari diintegrasikannya sistem pembayaran itu, menurut Hudaya, antrian kendaraan pemudik diprediksi akan bergeser ke GT Palimanan. Untuk mengantisipasi hal itu, saat ini LMS sedang membangun perluasan GT Palimanan dari semula 11 gardu pembayaran menjadi 23 gardu yang terdiri atas gardu-gardu permanen dan gardu satelit.

“Kami berupaya untuk mensukseskan program integrasi ini sesuai amanat pemerintah, bersama-sama Jasa Marga, secara intensif kami lakukan koordinasi dan penyesuaian sistem, prosedur operasional serta peralatan tol, baik untuk pembayaran tunai maupun e-payment agar integrasi dapat terlaksana tepat waktu,” kata Hudaya seraya memperkirakan lonjakan volume kendaraan saat arus mudik/balik lebaran nanti bisa mencapai hingga empat kali lipat daripada kondisi normal.

Antisipasi Libur Long Weekend

Sementara untuk mengantisipasi libur long weekend 5-8 Mei 2016, menurut Hudaya, PT LMS sebagai operator Jalan Tol Cipali akan membuka maksimal gerbang-gerbang tol utama yaitu 15 gardu di GT Cikopo, 11 gardu di GT Palimanan dan enam gardu satelit tambahan.

Selain itu PT LMS juga akan menambah petugas tol di kedua gerbang tersebut, dari yang semula hanya 90 personil akan menjadi 140 personil, dan tidak ketinggalan akan ditambahkan juga persediaan uang kecil untuk kembalian pembayaran tol. Penambahan personil akan dilakukan juga untuk menghadapi arus mudik/balik lebaran nanti.

“Arus kendaraan keluar dari wilayah Jakarta dan sekitarnya melalui Jalan Tol Cipali pada saat liburan long weekend (5-8 Mei) kami perkirakan akan mengalir sejak Rabu Sore (4 Mei) hingga Jumat (6 Mei), dengan prediksi peak traffic yang masuk di GT Cikopo mencapai sekitar 30.000 kendaraan per hari atau dua kali lipat dari volume normal yang berkisar 12.000-15.000 kendaraan per hari,” tutur Hudaya.

Sedangkan arus balik menuju wilayah Jakarta tampaknya akan terkonsentrasi sejak Sabtu siang (7 Mei) hingga Senin dini hari (9 Mei) dengan perkiraan puncak traffic yang keluar melalui GT Cikopo sekitar 38.000 kendaraan per hari atau 2,5 kali lipat dari volume normal.

Hudaya berharap masyarakat dapat membantu mempercepat transaksi di gerbang-gerbang tol Cipali dengan mempersiapkan uang pas atau dengan membayar secara non tunai menggunakan Kartu Flazz BCA.

“Kami juga menghimbau agar masyarakat dapat mengatur jadwal perjalanannya agar tidak bersamaan, supaya tidak timbul kemacetan, khususnya saat arus balik,” pinta Hudaya. (Biro Informasi Publik Kementerian PUPR/ES)

Nusantara Terbaru