Cihuy…. Kini Muncul Batik khas Mahakam Ulu

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 4 Desember 2015
Kategori: Nusantara
Dibaca: 19.151 Kali

Batik MahakamMasyarakat Mahakam Ulu tak lama lagi bakal punya batik khas bercirikan Mahakam Ulu. Batik dengan corak ornamen khas budaya perpaduan Suku Dayak Bahau, Aoheng, Kenyah dan Kayan itu pertama kali diperkenalkan pada Pelatihan Membatik bagi warga masyarakat Mahakam Ulu di Ujoh Bilang pada 27 November hingga 1 Desember 2015 kemarin.

Menurut Linawati Surya Imang, Sekretaris Tim Penggerak PKK Mahakam Ulu, yang bertindak selaku panitia pelatihan, kegiatan ini diproyeksikan untuk sebuah rancang batik yang mengambil motif Dayak yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu. Nantinya, kata Linawati dalam motif yang tertuang pada obyek batik sudah mewakili suku Dayak yang ada di Mahakam Ulu.

“Motif yang telah dipadukan dalam satu kain ini, oleh Tim Penggerak PKK akan diajukan ke Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu untuk ditetapkan dan mendapat persetujuan agar dijadikan seragam dan dapat dikenakan pada hari-hari tertentu,” papar Linawati.

Motivasi dalam pelatihan ini ditujukan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari khalayak umum dan masyarakat setempat, yang menanyakan motif ciri khas Mahakam Ulu. Juga sebagai produk bahan sandang yang tercipta sebagai icon Mahakam Ulu.

Ditempat terpisah, Drs. Ibrahim Dungau, M.Si, Kepala Bidang Pembinaan Lembaga Sosial dan Budaya BPPD Kaltim mengungkapkan rasa bangganya atas inisiatif dan kreatifitas Tim Penggerak PKK Mahakam Ulu yang telah mengundang wakil dari lima kecamatan se Kabupaten Mahakam Ulu untuk mengikuti pelatihan ini.

Ia berharap agar warga masyarakat yang telah mengikuti pelatihan membatik ini mampu menularkan ilmu pengetahuan yang didapat kepada anggota masyarakat yang lain, khususnya tentang teknik membatik. Dari mulai membuat pola, menggambar, mencanting hingga proses pengerjaan akhir.

“Kepada masyarakat hendaknya terus-menerus menggali potensi kebudayaan di Mahakam Ulu, khususnya di daerah perbatasan. Terutama di bidang seni tari, seni musik tradisional, seni pahat atau seni ukir kayu dan bahkan seni membatik yang baru-baru ini diperkenalkan,” ujar Ibrahim.

Semua itu, kata Ibrahim, mampu membawa citra yang baik terhadap pembangunan kebudayaan di Mahakam Ulu sehingga mampu berkiprah di dalam pasar pariwisata nasional maupun internasional.

Pelatihan membatik yang digelar di Gedung Serbaguna SMA Negeri 1 Ujoh Bilang  menghadirkan instruktur atau penggiat batik berasal dari Solo, Jawa Tengah. (BPPD Kaltim/ES)

Nusantara Terbaru