Daerah-Daerah Ini Raih Penghargaan Raskin Award 2014

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Oktober 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 25.713 Kali
Menko Kesra Agung Laksono menyerahkan penghargaan Raskin Award kepada Bupati Mimika

Menko Kesra Agung Laksono menyerahkan Raskin Award kepada Bupati Mimika

Menko Kesra Agung Lakksono di ruang Oryza, Bulog, Jl. Gatot Subroto Kav. 49, Jakarta, Kamis (9/10), menyerahkan penghargaan Raskin Award 2014 kepada beberapa Pemerintah Kabupaten/Kota yang dinilai telah melaksanakan Program Raskin dengan baik.

Untuk Kategori Umum dipilih 3 (tiga) pemenang kabupaten dan 3 (tiga) pemenang kota yang mempunyai Peringkat Terbaik. Sedangkan Kategori Khusus dipilih 4 (empat) kabupaten/kota, yaitu untuk kategori: Partisipasi Pemda Terbaik, Partisipasi Masyarakat Terbaik, Transparansi Program Terbaik, dan Inovasi Pendistribusian Raskin Terbaik.

Berikut Peraih Raskin Award 2014 :

  1. Kategori Umum Kabupaten:
  1. Peringkat I: Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
  2. Peringkat II: Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.
  3. Peringkat III: Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur.
  1. Kategori Umum Kota:
  1. Peringkat I: Kota Bandung , Provinsi Jawa Barat.
  2. Peringkat II: Kota Sabang, Provinsi Aceh.
  3. Peringkat III: Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
  1. Kategori Khusus:
  1. PARTISIPASI PEMDA TERBAIK: Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang telah mengalokasikan APBD dalam mendukung Pelaksanaan Program Raskin dengan jumlah relatif cukup besar, sehingga mampu menjamin keberhasilan pelaksanaan dan kelancaran program, serta sangat berpihak kepada masyarakat miskin dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
  2. PARTISIPASI MASYARAKAT TERBAIK: Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, yang telah berhasil menggerakkan partisipasi masyakat dengan melibatkan “Lian Banjar” (Kepala dusun. Pelibatan Lian Banjar ini merupakan inovasi yang sangat baik karena langsung melibatkan masyarakat dalam pendistribusian Raskin.
  3. TRANSPARANSI PROGRAM TERBAIK: Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, yang dinilai sangat baik terkait dengan pemutakhiran data RTS sebagai indikator utama Tepat Sasaran Program Raskin. Data RTS yang diperoleh dari TNP2K, dicetak dan dipasang di media massa, sehingga banyak memperoleh tanggapan dari berbagai kalangan. Dengan demikian masyarakat umum dapat melihat dan menilai secara langsung kelayakan RTS dalam menerima Raskin yang menjadikan Program Raskin ini lebih tepat sasaran.

4) INOVASI PENDISTRIBUSIAN RASKIN TERBAIK: Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, yang mampu mengembangkan inovasi dalam distribusi Raskin, sehingga dengan kondisi geografis dan topografis yang “berat dan sulit”, serta kondisi sosio-kultural masyarakat yang rentan terhadap konflik (seperti perang antar suku), namun Raskin tetap dapat terdistribusi dengan baik, lancar, tepat waktu, tepat jumlah dan bahkan tepat harga.

Sebelumnya, proses seleksi Penganugerahan Raskin Award dilakukan oleh panitia yang terdiri dari: Tikor Raskin Pusat, Kemenko Kesra, Perum BULOG, BPS, TNP2K, Kementerian/Lembaga (K/L), serta unsur Perguruan Tinggi. Seleksi dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: Desk Evaluation, Isian Dokumen Kuesioner, Wawancara Langsung dengan RTS, serta Evaluasi Deskriptif terhadap kinerja 5 (lima) tahun terakhir yang dilakukan oleh Pemkab/Pemkot dalam melaksanakan Program Raskin.

Hasil penilaian awal diperoleh 50 Kabupaten/Kota terbaik. Selanjutnya, dilakukan penilaian mendalam dengan mempertimbangkan aspek lain terkait Program Raskin, hingga diperoleh 18 Kabupaten/Kota yang kemudian ditetapkan sebagai Nominator Peraih Anugerah Raskin Award 2014. Tahapan selanjutnya adalah melakukan site visit yang dilakukan oleh Tim Verifikator yang terdiri dari: Kemenko Kesra, Perum BULOG, TNP2K, BPS dan Perguruan Tinggi.

Hasil verifikasi dan wawancara selanjutnya dianalisis secara komprehensif untuk menetapkan pemenang. Penilaian Raskin Award 2014 didasarkan pada 4 (empat) Aspek Utama yaitu: Manajemen Program, Partisipasi Pemda, Ketepatan Program Raskin, serta Partisipasi Masyarakat. Nilai akhir dari masing-masing peserta merupakan nilai kumulatif yang sudah dihitung dengan formulasi tertentu serta dikombinasikan dengan pertimbangan-pertimbangan khusus dengan memperhatikan beberapa aspek secara komprehensif. (Humas Kemenko Kesra/ES)

Berita Terbaru