Dalam 5 KTT ASEAN, Presiden Bahas Kerja Sama Penanganan Pandemi sampai Stabilitas Kawasan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 13 November 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 118 Kali

Presiden Jokowi menghadiri rangkaian pertemuan KTT ke-37 ASEAN yang digelar secara virtual, Kamis (12/11), dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (Foto: BPMI – Setpres)

Di dalam pertemuan KTT ke-37 ASEAN yang digelar secara virtual, Kamis (12/11), Presiden Joko Widodo menyampaikan dampak pandemi masih dirasakan oleh kawasan dan dunia baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi ekonomi. Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan pers usai pertemuan.

“Tantangan masih besar, namun Presiden terus mengajak kerja sama dan tetap optimis. Presiden menyambut baik deklarasi mengenai Travel Corridor Arrangement (TCA) Framework dan mendorong agar rencana implementasi harus segera diwujudkan,” ujar Menlu.

Presiden menyampaikan, Dewan Koordinasi ASEAN atau ASEAN Coordination Council dan Badan Sektoral ASEAN harus bekerja cepat dan efisien dan diharapkan TCA ini akan dapat dioperasionalisasikan pada kuartal pertama tahun 2021.

“Selain itu, Presiden menyambut baik penandatanganan RCEP (The Regional Comprehensive Economic Partnership), karena setelah negosiasi selama delapan tahun akhirnya kita bisa menandatangani. Presiden menyampaikan integrasi ekonomi ini harus membawa manfaat bagi rakyat semua negara RCEP,” papar Menlu.

Presiden juga mendorong agar ASEAN terus memainkan peran agar dapat berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Dikutip Menlu, Presiden menyampaikan ASEAN harus solid bekerja sama untuk terus menyampaikan prinsip-prinsip Treaty of Amity and Cooperation, serta terus menekankan penghormatan, dan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional.

“Dengan soliditas dan komitmen kuat untuk memajukan kerja sama inklusif, maka ASEAN tidak akan terjebak di antara rivalitas negara besar. Presiden mengatakan, ini bukan hal yang mudah namun dengan soliditas dan komitmen kuat, maka ASEAN akan dapat menjalankannya,” ujar Menlu.

Dalam KTT ASEAN-RRT, diungkap Retno, Presiden menyampaikan tiga hal. Pertama, mengenai transformasi kerja sama ekonomi berbasis digital. Disampaikannya, transformasi ekonomi dari cara konvensional menuju ekonomi berbasis digital sangat krusial. Tantangan pandemi ini harus dijadikan peluang dan lompatan kemajuan, dengan cara ini ekonomi dan kesehatan dapat berjalan secara seimbang.

“Tahun 2020 merupakan tahun kerja sama ekonomi digital antara ASEAN dan RRT, dan Presiden menyampaikan bahwa RRT adalah mitra strategis ASEAN di bidang ekonomi digital,” kata Menlu.

Yang kedua, mengenai pemenuhan ketersediaan vaksin dan obat-obatan di kawasan. “Ditekankan oleh Presiden mengenai pentingnya kerja sama ini dan Presiden mengapresiasi keputusan RRT untuk bergabung dalam COVAX Facility, dan menjadikan vaksin sebagai barang publik global,” ujar Menlu.

Yang ketiga, mengenai stabilitas kawasan terutama Laut China Selatan. “Presiden kembali menekankan pentingnya penghormatan hukum internasional di Laut China Selatan. Jika kita ingin melihat Laut China Selatan damai dan stabil, Presiden menekankan pentingnya semua pihak menahan perilaku yang dapat meningkatkan tensi,” ujar Menlu.

Pada KTT ASEAN-Jepang, Presiden antara lain menyampaikan ASEAN-Jepang tidak memiliki pilihan kecuali bekerja keras, bekerja bersama untuk menangani pandemi.

“ASEAN-Jepang memiliki potensi yang sangat besar, misalnya di tahun 2019, investasi Jepang di ASEAN mencapai 20,3 miliar (terbesar kedua) dan perdagangan mencapai 225,9 miliar, sementara pariwisata mencapai angka 10 juta,” ujar Retno mengutip pernyataan Presiden.

Oleh karena itu, lanjutnya, Presiden menekankan dua hal. Yang pertama, pentingnya percepatan kerja sama ekonomi untuk terus dilakukan. ASEAN dapat menjadi mitra utama Jepang dalam diversifikasi rantai pasokan dan perluasan investasi.

“Presiden juga menyambut baik rencana pendirian ASEAN Centre for Public Health Emergency and Emerging Diseases. Presiden menyampaikan Indonesia siap untuk menjadi tuan rumah dari centre tersebut,” ungkap Menlu.

Yang kedua, mengenai pentingnya menebalkan strategic trust di kawasan. Di tengah pandemi ini, tidak ada ruang untuk trust deficit. Paradigma kerja sama yang inklusif dan win-win penting, antara lain melalui kerangka ASEAN Outlook on the Indo-Pacific

Dalam KTT ASEAN-Korea Selatan. Presiden antara lain menekankan kembali pentingnya menjaga optimisme yang dapat terwujud melalui dua hal.

Pertama adalah kolaborasi pemulihan ekonomi kawasan. Presiden menyambut baik ditandatanganinya RCEP, mengaktifkan kembali rantai pasok, dan transformasi digital, termasuk untuk UMKM.

“Hal kedua yang disampaikan Presiden adalah pentingnya penguatan kerja sama ketahanan kesehatan, terutama di dalam penyediaan obat-obatan dan vaksin. Indonesia juga menyambut baik kerja sama dengan ROK, termasuk melalui COVAX Facility dan pentingnya membangun ketahanan kesehatan kawasan,” ujar Menlu.

Pada KTT ASEAN-India, Presiden menyampaikan, pertama mengenai pentingnya penguatan kerja sama kesehatan. Kemitraan ini antara lain dapat dilakukan melalui kerja sama pembuatan obat dan vaksin, bahan baku obat industri kesehatan, research and development kesehatan, serta mendorong terciptanya affordable health care for all.

“Yang kedua, Presiden menekankan pemulihan ekonomi, mendorong platform digital dan penting untuk memperluas kerja sama digital talent and digital skills untuk UMKM, kerja sama keamanan siber. Presiden juga menyambut baik kerja sama pendidikan doktoral di Indian Institute of Technology untuk 1000 ilmuwan ASEAN,” ujar Menlu.

Selain itu, penguatan implementasi ASEAN-India Free Trade Area juga disampaikan oleh Presiden. Presiden berharap dalam waktu yang dekat, India dapat bergabung dengan RCEP. Presiden juga menekankan pentingnya pengelolaan berbagai ketegangan di kawasan Indo-Pasifik. (SLN/UN) 

Berita Terbaru