Deputi DKK Seskab Dukung Peningkatan Kompetensi Pejabat Fungsional Penerjemah

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 21 November 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 16.165 Kali
Deputi Dukungan Kerja Kabinet Yuli Harsono membuka acara

Deputi Dukungan Kerja Kabinet Yuli Harsono membuka Bimtek Pengembangan Karier Pejabat Fungsional Penerjemah, Senin (21/11). (Foto: Humas/Anggun)

Asisten Deputi bidang Naskah dan Terjemahan (Naster) Sekretariat Kabinet kembali menyelenggarakan Bimtek Teknis (Bimtek) Pengembangan Karier Pejabat Fungsional Penerjemah (JFP), di Hotel Savero Garden, Bogor, Jawa Barat, Senin (21/11) pagi. Bimtek yang akan berlangsung selama 5 (lima) hari itu, diikuti 20 pejabat fungsional penerjemah dari berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah.

Deputi Sekretaris Kabinet bidang Dukungan Kerja Kabinet (DKK) Yuli Harsono dalam sambutan pembukaan mengemukakan, peserta Bimtek patut berbangga karena mereka terpilih dari sekitar 100 Pejabat Fungsional Penerjemah lainnya, dan dinilai berpotensi untuk dikembangkan sebagai penerjemah lisan.

“Saya merasa sangat senang dapat berkumpul kembali dengan para Pejabat Fungsional Penerjemah, tepat satu tahun setelah penyelenggaraan Bimtek pada tempat yang sama, bahkan dengan topik yang sama pula,” kata Yuli.

Pemilihan topik yang sama ini, kata Deputi DKK Seskab, memang sengaja dilakukan sebagai kelanjutan dan pendalaman dari Bimtek tahun lalu. “Hal ini, tentu menjadi cermin dari komitmen berkesinambungan Sekretariat Kabinet dalam mendukung peningkatan kompetensi Pejabat Fungsional Penerjemah, khususnya dalam bidang penerjemahan lisan,” ujarnya.

Selain itu, Yuli menuturkan, pemilihan topik tersebut juga didasarkan pada urgensi perlunya penerjemah lisan dari lingkungan Jabatan Fungsional Penerjemah, tidak hanya untuk bahasa Inggris tetapi juga bahasa asing lainnya.

“Kami pernah menerima permintaan serupa sebelum penyelenggaraan World Culture Forum di Bali pada bulan Oktober lalu,” ungkap Yuli.

Menurut Deputi DKK Seskab itu, sejak ditetapkan menjadi Instansi Pembina JPF pada awal tahun 2016, Sekretariat Kabinet memiliki komitmen untuk melanjutkan pembinaan JFP yang sebelumnya diemban oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Selain itu, lanjut Yuli, sebagai unit kerja yang juga memberikan layanan penerjemahan bagi Presiden RI, Setkab memahami sulitnya tugas sebagai penerjemah, terlebih penerjemah lisan. “Oleh karena itu, kami  akan selalu mendukung peningkatan kompetensi Pejabat Fungsional Penerjemah melalui penyelenggaraan berbagai diklat dan bimbingan teknis, dengan materi yang bersifat umum maupun khusus,” ujarnya.

Setelah untuk pertama kalinya menyelenggarakan Diklat Teknis dengan materi khusus Penerjemahan Naskah Hukum Pemerintahan dua minggu lalu, saat ini untuk pertama kalinya pula Setkab menyelenggarakan Bimtek dengan durasi yang lebih panjang dari biasanya, yaitu 1 (satu) minggu, dan dengan materi khusus penerjemahan lisan.

“Bimtek ini, selain bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penerjemah lisan, juga bermaksud untuk melahirkan penerjemah lisan dari lingkungan Jabatan Fungsional Penerjemah,” ungkap Yuli seraya menambahkan, upaya ini sejalan dengan salah satu visi pembentukan Jabatan Fungsional Penerjemah yaitu tersedianya penerjemah lisan berkualitas yang dapat diandalkan instansi masing-masing.

Mengakhiri sambutannya, Deputi Seskab Bidang DKK mendorong para Pejabat Fungsional Penerjemah untuk terus meningkatkan kompentensi penerjemahan lisannya baik secara konsekutif, simultan, maupun whispering (bisikan).

Usai pembukaan, Bimtek dilanjutkan dengan penyampaian materi Sesi I yang dimoderatori oleh Asdep Bidang Naskah dan Terjemahan Eko Harnowo dengan menghadirkan pembicara Duta Besar Prijanti Gagarin Djatmiko-Singgih dan penerjemah Presiden RI Iqbal Sirie dari Kementerian Luar Negeri. Ditayangkan juga video tentang teknik singkat penerjemahan oleh Andre Omer Siregar Konsul RI untuk Northern Teritory, Australia.

Inanti P. Diran dan W. Kukuh Sanyoto, penerjemah lisan dan pengajar dari Lembaga Bahasa Internasional Universitas Indonesia juga menjadi pengajar dalam bimtek yang akan berlangsung selama 5 (lima) hari ini.

Turut hadir dalam pembukaan Bimtek itu antara lain Asdep Pelaporan Persidangan Heru Prihantono, Kepala Bidang Penyiapan Bahan Rudi Geniarso, dan Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan JFP Conakry Marsono. (UN/ES)

Berita Terbaru