Di Depan Tokoh KIH Dan KMP, Presiden Jokowi Ajak Pimpinan Parpol Bersatu Hadapi Tantangan Bangsa

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Mei 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 39.545 Kali
Presiden Jokowi di antara tokoh-tokoh KIH dan KMP saat hadir dalam pembukaan Rakernas PAN, di Bidakara, Jakarta, Rabu (6/5) malam

Presiden Jokowi di antara tokoh-tokoh KIH dan KMP saat hadir dalam pembukaan Rakernas PAN, di Bidakara, Jakarta, Rabu (6/5) malam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan tokoh-tokoh partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan tokoh-tokoh partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) dalam acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Rakernas I Partai Amanat Nasional (PAN) 2015 di Balai Sudirman Jakarta, Rabu (6/5) malam.

Tokoh-tokoh partai politik KIH  yang hadir dalam acara itu adalah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP PKB Muhaimi Iskandar, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum PKPI Sutiyoso, Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella.

Sementara tokoh-tokoh partai politik KMP yang hadir adalah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum PPP Hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz, da Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie. Selain itu tampak hadir Ketua Partai Demokrat Sjarif Hasan.

Presiden Jokowi tidak menyembunyikan kegembiraannya atas berkumpulnya tokoh-tokoh partai politik KIH dan tokoh-tokoh partai politik yang tergabung dalam KMP itu. Bahkan saat hendak mengawali pidato sambutannya, Presiden Jokowi menyempatkan diri menghampiri Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang pernah jadi saingannya saat Pemilu Presiden (Pilpres) tahun 2014 lalu, untuk memberi salam. Hal serupa dilakukannya kepada Aburizal Bakrie dan Anis Matta.

“Kenapa tadi saya hampiri Prabowo Subianto, kenapa hampiri Aburizal Bakrie, karena pada malam ini saya berbahagia, karena yang namanya KIH dan KMP semuanya hadir bersama,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Presiden Jokowi menilai kehadiran tokoh-tokoh KIH dan KMP itu menunjukkan adanya kebersamaan,  kerukunan, dan persatuan. Ia pun mengajak agar KIH dan KMP bersatu karena yang perlu dilawan saat ini adalah negara lain bukan sesama bangsa Indonesia.

“Sekarang kompetisinya bukan antarkota bukan antarmanusia, bukan antarprovinsi, tapi persaingannya adalah antarnegara. Kalau kita masih ribut sendiri di dalam Negeri, ramai sendiri dalam Negeri, padahal tantangan kita semakin berat, seperti disampaikan Saudaraku Bapak Zulkifli Hasan,” kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara mengingatkan, tantangan kita semakin berat, terutama tantangan ekonomi, penguatan dollar, keuangan ekonomi global yang menekan kita terus. Karena itu, diperlukan sebuah kebersamaan, sebuah persatuan kita semuanya, sehingga masalah-masalah yang kita hadapi, kita hadapi bersama-sama oleh semua partai.

Jokowi meminta meminta semua tokoh politik menahan diri. Kalau toh mau bertarung lagi, ia mengingatkan bahwa tarungnya lagi nanti di tahun 2019, atau pas Pilkada serentak. “Sekarang kerja untuk bangsa dan rakyat,” tegasnya.

Presiden Jokowi lantas mengungkapkan pembicaraannya dalam pertemuan dengan Prabowo Subianto di Istana Bogor, beberapa waktu lalu. Jokowi mengaku sempat bertanya ke Prabowo apakah akan maju lagi di Pilpres 2019.

“Saya kalau tanya blak-blakan. Jawabnya ya kalau maju lagi tarung lagi sama Pak Jokowi,” ungkap Jokowi yang disambut tertawa hadirin di acara pembukaan Rakernas DPP PAN itu.

Menurut Presiden Jokowi, semua pihak harus melanjutkan proses demokrasi di Indonesia. Ia menyebutkan, banyak negara tetangga yang iri dengan perkembangan demokrasi di Indonesia, namun mereka tidak berani melakukannya.

Presiden juga meminta agar kader parpol meningkatkan penguatan sistem kaderisasi parpol, sistem rekrutmen kader, pengelolaan konflik dan pengelolaan keuangan partai.

Keempat hal itu, lanjut Presiden Jokowi, penting untuk menghadirkan parpol yang dipercaya mengemban amanat rakyat. Ia mengingatkan, parpol tidak hanya hadir jelang pemilu tapi hadir setiap saat carikan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat. “Mulai kesmikinan kesenjangan, pelayanan publik, korupsi dan lainnya,” ungkapnya. (*/ES)

Berita Terbaru