Di Istana Merdeka, Presiden Jokowi Mengaku Punya Kesamaan Dengan Presiden Filipina Duterte

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 September 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 36.924 Kali
Presiden Jokowi dan Presiden Duterte menghampiri siswa sekolah yang turun hadir dalam upacara kenegaraan, Jumat (9/9), di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Jokowi dan Presiden Duterte menghampiri siswa sekolah yang turun hadir dalam upacara kenegaraan, Jumat (9/9), di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Humas/Rahmat)

Sebagai sesama mantan wali kota yang kemudian menjadi Presiden, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku punya kesamaan dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

“Kita sama-sama selalu ingin berada di tengah-tengah rakyat, kita tidak terlalu kaku dengan masalah-masalah keprotokolan yang kadang-kadang merepotkan staf-staf dan pengamanan Presiden,” kata Presiden Jokowi saat menyambut kedatangan Presiden Rodrigo Duterte, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (9/9) sore.

Sebagaimana sambutan untuk kunjungan resmi kepala negara/kepala pemerintahan, Jumat (9/9) sekitar pukul 16.00 WIB, Presiden Jokowi yang mengenakan batik berwarna perpaduan hitam dan cokelat menyambut kunjungan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dengan upacara kenegaraan.

Presiden Duterte yang mengenakan baju barong berwarna putih memasuki halaman Istana Merdeka dengan dikawal pasukan berkuda dan pasukan yang mengenakan baju daerah dan membawa panji 34 provinsi di Indonesia.

Selanjutnya, kedua kepala negara mengikuti nyanyian lagu kebangsaan kedua negara dengan diiringi dentuman meriam. Presiden Jokowi kemudian mengantarkan Presiden Duterte untuk memeriksa pasukan. Kedua kepala negara pun menyempatkan diri menyapa anak-anak sekolah yang turut hadir membawa bendera kedua negara.

Selanjutnya Presiden Jokowi mendampingi Presiden Duterte mengisi penandatangaan buku tamu. Kedua kepala negara kemudian berpindah ke beranda belakang Istana Merdeka untuk berbincang-bincang santai atau yang lebih dikenal dengan veranda talk sekitar 10 menit, yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral delegasi kedua negara.

Dukungan Indonesia

Veranda Talk Presiden Jokowi dan Presiden Duterte, Jumat (9/9), di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Humas/Rahmat)

Veranda Talk Presiden Jokowi dan Presiden Duterte, Jumat (9/9), di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Humas/Rahmat)

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengaku senang karena Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang dihadirinya bersama Presiden Filipina Rodrigo Duterte, di Vientiane, Laos , 6-8 September telah berlangsung dengan baik.

“Walaupun Yang Mulia baru pertama kali hadir, namun peran Presiden Duterte sangat penting dalam KTT Laos. Semua orang menunggu,” tutur Presiden Jokowi.

Tahun depan saat ASEAN memasuki usia yang ke-50, Filipina akan menjadi Ketua ASEAN. Presiden meyakini, kepemimpinan Filipina di ASEAN akan menentukan perjalanan ASEAN melangkah ke depan. Ia menegaskan, Indonesia memberikan dukungan penuh bagi keketuaan Filipina di ASEAN.

Menurut Presiden Jokowi, Indonesia dan Filipina memiliki hubungan kemitraan yang sangat kokoh, hal ini salah satunya disebabkan stabilnya pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Di tengah kesulitan ekonomi dunia, lanjut Presiden, angka perdagangan kedua negara terus menunjukkan peningkatan. Dengan kondisi ini, Presiden Jokowi menilai kunjungan Presiden Duterte dilakukan pada saat yang tepat. “Kunjungan ini memberikan semangat baru bagi upaya-upaya peningkatan kerja sama kedua negara,” ujarnya.

Sementara Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam sambutannya menyampaikan penghargaan untuk sambutan hangat dan undangan Presiden Jokowi untuk mengunjungi Indonesia.

“Kami menghargai persahabatan dan hubungan (Filipina) dengan Indonesia. Saya harap momentum ini terus berlanjut karena kira harus berkomunikasi terus berkaitan masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama,” kata Presiden Duterte.

Presiden Duterte juga menyambut baik penandatanganan framework untuk kesepakatan trilateral antara Indonesia, Filipina, dan Malaysia untuk penyelesaian masalah keamanan jalur maritim.

“Saya sangat menyesalkan bahwa kadang-kadang kapal-kapal, bahkan yang membawa batubara yang dibutuhkan pembangkit listrik di negara kami, terganggu saat melintas dikarenakan banyaknya pembajakan. Pembajakan merupakan kejahatan internasional, kejahatan atas kemanusiaan,” pungkas Duterte.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemariman Luhut B. Pandjaitan, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja. (UN/DNA/ES)

Berita Terbaru