Di Kendari, Presiden Jokowi Serahkan 2.010 Sertifikat Tanah Untuk Rakyat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 Maret 2019
Kategori: Berita
Dibaca: 23.054 Kali
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sultra Ali Mazi berfoto bersama perwakilan penerima sertifikat tanah, di Gedung Bahteramas, Kendari, Sabtu (2/3) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sultra Ali Mazi berfoto bersama perwakilan penerima sertifikat tanah, di Gedung Bahteramas, Kendari, Sabtu (2/3) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Usai melakukan pencanangan gerakan penetapan patok batas tanah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Gedung Bahteramas, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (2/3) siang.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa sertifikat sangat penting karena merupakan tanda bukti hukum yang sah atas kepemilikan tanah. 

Ia menyebutkan, sejak tahun 2017 sudah ada 5 juta sertifikat baru yang diterbitkan, tahun 2018 targetnya 7 juta dan realisasinya 9.400.000 sertifikat, dan tahun 2019 targetnya 9 juta.

“Kalau sudah dipegang tolong diberi plastik, sampai di rumah tolong difotokopi. Jika aslinya hilang, urus ke BPN mudah,” ujar Presiden.

Diakui Presiden Jokowi, jika sudah pegang sertifikat sering digunakan untuk agunan pinjaman ke bank. “Tidak apa digunakan sebagai agunan. Yang paling penting dikalkulasi bisa angsur ndak, bisa mencicil enggak. Jika tidak, jangan meminjam ke bank,” tutur Presiden.

Kalau tanahnya luas, lanjut Presiden, pinjam ke bank sebesar Rp300 juta kemudian digunakan untuk beli mobil. Namun Kepala Negara mengingatkan jangan menggunakan uang pinjaman untuk beli mobil atau motor, hati-hati.

“Gunakan pinjaman ke Bank untuk usaha atau investasi,” ujarnya.

Kalau pinjam ke bank, lanjut Presiden, untung Rp2 juta ditabung, untung Rp5 juta ditabung dan bisa digunakan untuk keperluan lain.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia negara yang luas. Untuk itu, Presiden menitipkan untuk menjaga ukhuwah dalam menjaga keberagaman.

“Jangan sampai karena urusan politik. Kita seperti tidak saudara lagi,” ujar Presiden.

Kepala Negara juga mengingatkan untuk tidak menyebarkan berita hoaks karena politik ada tata krama, etika, dan rakyat jangan terpengaruh tentang hal ini.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Himawan Arief dalam laporannya menyampaikan bahwa pada kesempatan itu diserahkan 2.010 sertifikat tanah.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, menyampaikan bahwa masyarakat Sulawesi Tenggara sangat senang dengan penyerahan sertifikat kali ini.

Beberapa perwakilan penerima sertifikat pada kesempatan kali ini adalah sebagau berikut:

  1. Rohayati
  2. Supri
  3. La Ode Husain
  4. Hasmita
  5. La Saleh
  6. Eri
  7. Hermin
  8. Astuti
  9. Ali
  10. Sariana
  11. Asudin.

Turut hadir dalam kesempatan ini KSP Moeldoko, Menteri PUPR Sofyan Djalil, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Sekjen Kementerian ATR/BPN Himawan Arief, Gubernur Sultra Ali Mazi, Wali Kota Kendari Sulkarnain. (EN/RAH/ES)

Berita Terbaru