Diajak Sekjen PBB Perangi ISIS, Presiden Jokowi: Kita Punya Pendekatan Berbeda

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 13 November 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 46.318 Kali
Sekjen PBB Ban Ki-moon menemui Presiden Jokowi, di Nay Pyi Taw, Myanmar, Kamis (13/11)

Sekjen PBB Ban Ki-moon menemui Presiden Jokowi, di Nay Pyi Taw, Myanmar, Kamis (13/11)

Di sela-sela kegiatannya menghadiri KTT ke-25 ASEAN, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Sekretaris jenderal Perserikatan bangsa bangsa (PBB) Ban Ki-Moon di Hotel Hilton, Nay Pyi Taw, Myanmar, Kamis (14/11).

Mengenakan setelan jas warna hitam dengan dasi merah, Presiden Jokowi langsung menyambut hangat kedatangan Ban Ki-Moon.  Mendampingi Presiden dalam kesempatan ini adalah Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menko Perekonomian Sofjan Djalil dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

Pertemuan Sekjen PBB dengan Presiden Jokowi itu membahas berbagai masalah seputar ASEAN dan kemitraan PBB. Selain itu, juga dibahas sejumlah isu antara lain kegiatan kelompok garis keras di Afrika, Timur Tengah dan di sejumlah belahan dunia lain.

Menurut Ban Ki-Moon, Presiden Jokowi dan Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam program-program latihan kepemimpinan dalam memerangi ekstrimisme di dunia Muslim.

Menyangkut isu Iasrael dan Palestina, Sekjen Ban Ki-Moon memaparkan kemajuan yang dicapai dalam proses perdamaian kedua negara.

Ban Ki-Moon juga menyampaikan terima kasih atas peran Indonesia dalam mendukung operasi pemeliharaan perdamaian, dan menmberi penjelasan kepada Presiden Jokowi seputar High-Level Independent Panel on Peace Operations.

Adapun Presiden Jokowi berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memainkan peran yang lebih nyata bagi terwujudnya negara Palestina yang berdaulat.

“Kita menyampaikan mendukung penuh kemerdekaan Palestina dan kita mengharapkan peran PBB lebih nyata, lebih kongkrit, dan rill,” kata Presiden Jokowi.

Adapun terhadap isu kelompok esktermisme Islam, Presiden Jokowi mengaku Sekjen PBB meminta Indonesia untuk ikut bersama-sama dengan negara-negara yang lain memerangi ISIS. ┬ôKita sampaikan bahwa Indonesia sudah memulai itu,” kata Presiden.

Presiden menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai pendekatan yang berbeda. Jika negara lain menggunakan pendekatan keamanan, kata Presiden, Indonesia sebagai negara muslim juga mempunyai pendekatan keagamaan dan pendekatan budaya.

“Saya kira itu lebih mempunyai dampak yang jelas karena kalau kekerasan dilawan kekerasan akan menimbulkan kekerasan yang lain,” katanya.

Sebelum bertemu Sekjen PBB, dalam rangkaian lawatannya ke luar negeri ini, Presiden Jokowi antara lain telah bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Vietnam Truong Tan Sang dan Perdana Menteri Selandia Baru John Key. (WID/ANT/ES)

Berita Terbaru