Dialog Dengan Petani, Presiden Jokowi Tegaskan Tak Ingin Impor Pangan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 25 November 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 71.052 Kali
Presiden Jokowi menuju ke tempat dialog di tengah sawah dengan petani di Lampung, Selasa (25/11)

Presiden Jokowi menuju ke tempat dialog di tengah sawah dengan petani di Lampung, Selasa (25/11)

Setelah mengunjungi PLTU Sembalang dan PT Bukit Asam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya ke sentra pertanian Trimurjo, Lampung Tengah. Di tempat ini, Presiden Jokowi yang berdiri di tengah sawah berdialog dengan para petani dan warga serta pelaku industri pertanian yang duduk di kursi kayu sederhana dan banyak pula yang berdiri.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menanyakan permasalahan yang ada di lapangan kepada para petani. Sementara para petani mengeluhkan tentang permasalahan pupuk dan jaringan irigasi yang rusak. “Pupuk, jaringan irigasi kurang sempurna, rusak. Jalan irigasi rusak,” ujar petani.

Mendengar keluhan itu, Presiden Jokowi langsung menjawab, “Pertama, (jaringan irigasi) yang rusak bulan depan bisa untuk (mengairi) 35 ribu hektar di sini saja. Traktornya 570 (unit). Pupuk 57 ton gratis dibagikan,” katanya.

Presiden lantas meminta para petani meningkatkan produksinya. Ia meyebutkan, pemerintah menargetkan bisa memproduksi 1 juta ton beras pada tahun depan.

Untuk itu, lanjut Presiden, pemerintah akan membangun dua waduk di Lampung. Salah satunya akan dibangun di Kecamatan Sukoharjo, Lampung.

Presiden Jokowi yang didampingi Gubernur Lampung Ridho Ficardo dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan, dalam 5 tahun mendatang, pemerintah menargetkan akan membangun minimal 30 bendungan di tanah air.

Presiden Jokowi mengharapkan agar pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah kabupaten dapat “kompak” agar dapat meningkatkan produksi padi.

“Kalau kompak, kerja kompak, pemerintah pusat, kabupaten, sawah produksinya akan naik,” ujar Jokowi.

Sebelum mengakhiri dialognya, Preside Jokowi menyampaikan dirinya ingin agar Indonesia tak lagi mengimpor komoditas pangan.

“Untuk seluruh petani, kita ingin negara kita tidak impor gula, cabai, beras, jagung. 3 sampai 4 tahun tidak impor. Saya ajak petani meningkatkan produksi. Kalau ada masalah sampaikan ke Gubernur, Mentan, kalau tidak bisa juga, ke Presiden,” tegas Jokowi.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Seusai berdialog dengan warga dan petani, Presiden Jokowi dan rombongan langsung menuju Bandara Raden Intan Lampung Selatan untuk melanjutkan perjalanan ke Bengkulu.

(IRA/Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru