Dialog dengan Tiga CEO, Presiden Jokowi: Teknologi Harus Bermanfaat Bagi Rakyat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 16 Februari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 23.699 Kali
Presiden Jokowi saat hadiri Pertemuan KTT AS-ASEAN di California, Amerika Serikat. (Foto:Humas/Nia)

Presiden Jokowi saat hadiri Pertemuan KTT AS-ASEAN di California, Amerika Serikat. (Foto:Humas/Nia)

Dalam sesi II retreat I KTT AS-ASEAN pada hari Senin (15/2) waktu setempat, Presiden Barack Obama mengundang tiga Chief Executive Officer (CEO) ekonomi digital di AS yang terdiri dari CEO Microsoft Satya Nadella, CEO IBM Ginni Rometty, dan CEO Cisco Chuck Robbins.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan bahwa ketiga CEO tersebut memberikan pandangan terhadap isu inovasi dan entrepreneurship. Mereka menekankan pentingnya penggunaan teknologi untuk melakukan lompatan bagi pemerintah sehingga dapat melayani masyarakat dengan lebih baik serta dapat meningkatkan perekonomian.

 
Para CEO menekankan arti penting kemitraan antara pemerintah dengan swasta dalam bentuk Public Private Partnership dan memandang penting regulatory environment.

Menanggapi pandangan para CEO, Presiden Obama secara khusus memberikan pendapat yang diambil dari pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa teknologi harus dapat memberdayakan UMKM dan dapat mempersempit gap pembangunan. Intinya teknologi harus bermanfaat bagi rakyat. Tentunya agar teknologi bermanfaat bagi rakyat maka masalah  pendidikan sangat penting artinya.

Potensi Ekonomi Digital Indonesia
Pada bidang ekonomi digital, Indonesia memiliki potensi yang besar. Pada tahun 2014, tercatat transaksi e-commerce Indonesia mencapai USD 12 miliar. Ini berarti Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2013 yang berada pada posisi USD 8 miliar dan diprediksi mencapai USD 24.6 miliar pada tahun 2016.

Indonesia memiliki aset untuk mendongkrak industri digital. Antara lain jumlah kelas menengah yang terus meningkat, akses yang lebih besar terhadap teknologi, termasuk smartphones serta populasi pemuda yang sangat progresif. Ratusan start-up tumbuh dalam beberapa tahun terakhir dan terus berkembang.

Selain itu, Indonesia juga telah meluncurkan Roadmap E-commerce Nasional dengan nilai USD 130 miliar dan menciptakan 1.000 technopreneurs dengan nilai bisnis USD 10 miliar pada tahun 2020. Ini adalah langkah langkah besar untuk mendorong inovasi teknologi sehingga bermanfaat bagi rakyat. (TKP/SLN/UN/EN)

Berita Terbaru