Dibangun Secepatnya, Kampus ITB di Walini Akan Tempati Lahan Seluas 400 Ha

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 November 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 28.237 Kali
Menristek Dikti M. Nasir menjawab wartawan usai ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/11) petang. (Foto: Humas/Deni)

Menristek Dikti M. Nasir menjawab wartawan usai ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/11) petang. (Foto: Humas/Deni)

Pemerintah tidak basa-basi dalam mengembangkan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu lembaga pendidikan sains dan teknologi terkemuka di Indonesia.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menjelaskan, telah disiapkan lahan sekitar 400 hektar untuk pengembangan ITB, di kawasan Walini, Bandung Barat, Jabar.

“Semua nanti akan terintegrasi. Perkuliahan, pusat risetnya, laboratorium, pusat inkubasinya, technopark, terus asramanya akan dijadikan satu semuanya,” kata M. Nasir menjawab wartawan usai rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/11) petang.

Meski dikembangkan di kawasan Walini, Menristek Dikti M. Nasir menegaskan, bahwa kampus ITB di Bandung tetap.

“Pengembangan kampus ITB untuk menjadi kampus yang lebih besar, yang bisa menyiapkan sumber daya yang lebih banyak lagi,” jelas M. Nasir.

Menurut Menristek Dikti, Presiden Joko Widodo melihatnya ITB ini bisa menyiapkan sumber daya enjinering yang lebih banyak lagi. “Ya, khusus enjinering. Khusus enjinering, tidak boleh buka yang sosial (Ilmu Sosial), yang sosial tidak boleh. Konsentrasi di enjinering, maka perkuliahan, laboratorium, inkubasi, dan technopark, asrama nanti jadi satu,” tegasnya.

Menristek Dikti berharap segera fix, lahan untuk pengembangan kampus ITB itu. Ia menegaskan, begitu sudah oke lahannya sudah bisa dimulai pembangunan kampus ITB baru itu.

Adapun sistem pembayarannya pembebasan lahan dan pembangunan seperti apa, apakah akan menggunakan APBN atau menggunakan loan, atau kerja sama industri, menurut Menristek Dikti, belum dipikirkan.

Menurut Menristek Dikti, BUMN hanya menjanjikan alih fungsi lahan itu secepat-cepatnya. “Presiden nanti juga akan mengecek lagi. Secepat-cepatnya,” sambungnya.

Apakah tahun depan? “Belum tentu. Saya belum tahu. Nanti secepat-cepatnya,” pungkas M. Nasir. (FID/ES)

Video terbaru:
Penyambutan Perdana Menteri Kerajaan Belanda Mark Rutte (23/11)
Berantas Korupsi Sampai Hilir, Presiden Jokowi Minta Polri dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Dengan KPK (22/11)

Berita Terbaru