Dies Natalis ke-63 Tahun UNPAD (Melalui Konferensi Video), 11 September 2020, di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 September 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 24 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Jawa Barat,
Yang saya hormati Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti beserta para Wakil Rektor, Majelis Wali Amanat, Dewan Profesor, dan Senat Akademik Universitas Padjajaran, serta Dosen dan Tenaga Kependidikan Universitas Padjadjaran,
Para Mahasiswa Unpad yang saya banggakan,
Hadirin dan Undangan yang berbahagia.

Dalam kesempatan pertama saya ingin menyampaikan Selamat Ulang Tahun yang ke-63 kepada seluruh civitas akademika Universitas Padjadjaran dan kepada keluarga besar alumni Universitas Padjadjaran.

Dalam usia yang ke-63, Universitas Padjadjaran telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan Indonesia. Unpad telah melahirkan banyak tokoh hebat yang berkontribusi penting bagi kemajuan bangsa dan negara. Prof. Iwa Koesoemasoemantri, tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia yang beberapa kali dipercaya menjadi anggota kabinet di era Presiden Soekarno. Prof. Mochtar Kusumaatmadja, diplomat hebat, Menteri Luar Negeri yang sangat disegani. Dan masih banyak ratusan alumni hebat lainnya dengan nama besar di tingkat nasional dan internasional dari Unpad. Kehebatan para senior tersebut harus memberikan inspirasi kepada kita semuanya untuk menghadapi masa depan. Kita harus mempersiapkan diri dengan baik, harus meluaskan pandangan melihat perkembangan dunia, mencermati dan beradaptasi dengan cepat agar bisa menjadi bagian dan unggul dalam persaingan.

Keluarga besar Universitas Padjadjaran yang saya hormati,
Saat ini kita sedang menghadapi tantangan yang sangat berat, sangat berat. Pandemi Covid-19 telah membawa kita dalam suasana yang belum pernah terjadi sebelumnya. 215 negara harus menghadapi permasalahan kesehatan dan permasalahan ekonomi yang sangat rumit, sangat-sangat rumit. Tidak ada satu negara pun yang mempunyai pengalaman untuk itu. Negara maju maupun negara berkembang sama-sama tidak siap menghadapi tantangan ini. Permasalahan yang extraordinary ini harus kita hadapi dengan cara-cara extraordinary. Tantangan yang extraordinary harus dihadapi dengan strategi yang extraordinary juga. Mindset kita harus berubah, budaya kerja kita harus berubah, cara kerja kita juga harus berubah.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak perubahan dalam standar keseharian kita. Yang dulu dianggap tidak wajar sekarang justru harus menjadi keharusan. Kita harus jaga jarak, pakai masker, bahkan pakai faceshield. Kita harus bekerja dari rumah, kuliah dari rumah dan bersilaturahmi secara virtual. Dan semua yang dulu dianggap tidak wajar sekarang ini menjadi keharusan.

Standar normalitas telah berubah. Bukan hanya normalitas terkait kesehatan, tetapi juga normalitas terkait budaya kerja dan cara kerja. Sekarang inilah saatnya kita memperkenalkan standar normalitas baru dalam kehidupan profesionalitas kita. Dosen yang baik adalah dosen yang memfasilitasi mahasiswanya,  belajar kepada siapa saja, melalui media apa saja, dan dilakukan kapan saja. Perguruan tinggi yang baik adalah perguruan tinggi yang membangun ekosistem merdeka belajar dan memanfaatkan materi dan media belajar yang terbuka luas.

Standar normalitas baru tersebut harus dirumuskan dalam berbagai kebijakan. Kebijakan tentang KPI dosen, tentang key performance indicator dosen, kebijakan tentang program prioritas perguruan tinggi dan kebijakan tentang alokasi anggarannya, kebijakan infrastrukturnya, termasuk berbagai SOP baru yang harus dirumuskan. Demikian pula halnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, berbagai standar normalitas baru harus dirumuskan.

Saat ini adalah awal abad digital. Berbagai riset dan pengembangan teknologi di bidang digital seharusnya memperoleh prioritas. Bagaimana teknologi digital, big data analytics, artificial intelligence bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang. Bagaimana agar inovasi-inovasi digitalisasi dalam revolusi teknologi jilid ke-4 bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. Bisa dimanfaatkan untuk pengembangan kemandirian pangan, untuk kemandirian energi, dan pengembangan kewirausahaan/UMKM di berbagai sektor. Untuk itu kita tidak boleh terjebak dalam rutinitas. Kita harus punya waktu, energi, dan keberanian untuk melakukan perubahan. Kita harus terus-menerus mengembangkan inovasi dengan memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan nama besar, kemampuan, dan jaringan yang sangat kuat, Unpad mempunyai potensi besar memberikan kontribusi besar untuk melakukan banyak inovasi riset dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan serta teknologi. Untuk melakukan inovasi pendidikan agar menghasilkan SDM unggul yang berkontribusi untuk Indonesia Maju.

Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun ke-63, semoga pada usia yang ke-63 hari ini Unpad semakin berkontribusi untuk Indonesia Maju.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Namo Buddhaya.

Berita Terbaru