Digelar 12-16 Oktober, Mendag Targetkan Transaksi Trade Expo Indonesia Tembus Rp 2 Triliun

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 Oktober 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 17.864 Kali

trade expoMenteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menargetkan pameran internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2016, yang digelar di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (12/10) hingga Minggu (16/10) menghasilkan transaksi sebesar Rp 2 triliun. Target ini disampaikan Mendag saat meninjau langsung persiapan TEI 2016, Senin (10/10) sore.

Mendag menilai, semua persiapan penyelenggaraan produk-produk Indonesia yang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (12/10) itu sudah cukup bagus.  “Kalau semua berjalan lancar, ajang ini akan mendongkrak ekspor produk dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Mendag, ribuan produk unggulan Indonesia akan ditampilkan dalam pameran dagang yang bakal dihadiri tak kurang dari 119 negara ini.  Ia menyebutkan, buyers dari pasar nontradisional yang akan mendominasi arena TEI ini, antara lain dari Afrika dan Timur Tengah. “Mereka diharapkan melakukan transaksi bisnis dan sekaligus menanamkan investasinya di Indonesia,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, lanjut Enggar, pada TEI ke-31 ini Kemendag akan menampilkan 1.100 perusahaan nasional sebagai peserta pameran dan mendatangkan 14.700 orang pembeli.

Dari 1.100 perusahaan itu, produk unggulan ekspor akan dipamerkan di area seluas 50 ribu meter persegi, yang terbagi dalam enam zonasi, yaitu manufaktur; furnitur dan dekorasi rumah; produk makanan, minuman, perikanan dan pertanian; kerajinan premium, kecantikan, dan gaya hidup; industri kreatif; serta jasa dan investasi.

“Kita akan terus melakukan inovasi untuk memperkenalkan produk-produk Indonesia. Acara seperti TEI ini sangat bagus karena tidak hanya memperkenalkan dan mempromosikan, tapi juga langsung melakukan transaksi,” kata Enggar.

Tidak hanya itu, Mendag Enggartiasto Lukito mengaku juga sedang mempertimbangkan akan menggelar acara serupa di daerah. “Selama ini kan di Jakarta terus. Karena memang Jakarta lebih mudah dijangkau buyer. Tak menutup kemungkinan juga akan digelar di daerah lain. Karena mereka punya ragam produk unggulan yang layak kita promosikan di pasar internasional,” katanya. (Humas Kemendag/ES)

Berita Terbaru