Digelar Agustus di JCC, Indonesia Jadi Tuan Rumah World Islamic Economic Forum

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 20 Juli 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 24.854 Kali
Menkeu usai Rapat Tebatas menjelaskan tentang World Islamic Economic Forum di Kantor Presiden, Jakarta (20/7). (Foto: Humas/Agung)

Menkeu usai Rapat Tebatas menjelaskan tentang World Islamic Economic Forum di Kantor Presiden, Jakarta (20/7). (Foto: Humas/Agung)

Indonesia akan menjadi tuan rumah dari World Islamic Economic Forum (WIEF)  ke-12, yang akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 2-4 Agustus mendatang.  Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, WIEF ini mirip seperti World Economic Forum yang selalu diselenggarakan setiap bulan Januari di Davos, Switzerland.

“Kalau World Economic Forum itu fokus kepada hampir semua jenis usaha bisnis sektor keuangan-sektor riil dan juga kegiatan-kegiatan lain yang bersifat networking, maka World Economic Forum fokus pada kegiatan usaha/kegiatan bisnis keuangan yang terkait dengan dunia Islam,” jelas Bambang kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/7) petang.

Menurut Menkeu, World Islamic Economic Forum merupakan yayasan atau foundation yang didirikan di Malaysia, dan sudah membuat acara seperti ini, World Islamic Economic Forum, untuk yang ke-12 kalinya berganti-ganti di setiap negara.

Ia mengingatkan, Indonesia pernah menjadi tuan rumah World Islamic Economic Forum pada 2009 lalu. Mengenai acara di Jakarta, Agustus mendatang, Menkeu menjelaskan, karena ini economic dan business forum, maka acara ini bermacam-macam.

“Ada leaders forum yang akan melibatkan tentunya pimpinan negara atau pimpinan pemerintahan, ada panel menteri, ada eksibisi/pameran baik pameran bisnis, ada sesi-sesi yang terkait dengan seminar, ada sesi-sesi yang bersifat lebih kepada workshop atau pelatihan,” papar Bambang.

Ada juga yang sifatnya pertukaran ide, lanjut Menkeu, terutama kita ingin melibatkan pengusaha muda dan juga pengusaha UKM antarnegara yang diharapkan bisa saling komunikasi, saling tukar-menukar pengalaman dan barangkali business opportunity, serta juga ada festival yang terkait dengan kesenian dan terutama yang didorong adalah hasil dari ide-ide kreatif atau ekonomi kreatif.

Menurut Menkeu, rencananya WIEF ini akan dihadiri sekitar 2.500 peserta dari 60 negara, dari level pimpinan negara/pemerintahan, menteri , pimpinan perusahaan multinasional, akademisi, kemudian seniman, para pelaku usaha UKM, para pelaku usaha muda, dana juga tokoh masyarakat.

“Untuk WIEF ke-12 ini, topiknya adalah Decentralizing Growth and Empowering Future Business, ya yang paling penting adalah tadi empowering future business. Nah, subtemanya dari tema besar ini adalah pertama Islamic finance atau keuangan syariah,” jelas Bambang.

Menurut Menkeu, Presiden Joko Widodo meminta agar kita mempromosikan besar-besaran Islamic fashion and design, artinya fashion itu industrinya dan design-nya.

“Untuk Indonesia selain halal products, kita juga akan mulai perkenalkan halal tourism atau Moslem friendly tourism,” tambah Bambang.

Mengenai tamu negara, Menkeu mengatakan, pihaknya sudah mendapat konfirmasi kehadiran 4 (empat) kepala negara atau kepala pemerintahan dari negara-negara sahabat, yaitu PM Malaysia Datuk Najib Tun Razak, Presiden Republik Guinea di Afrika yaitu Alpha Conde’, PM Srilangka Ranil Wickremesinghe, dan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon.

“Jadi mereka ini akan hadir dan tentunya akan ada sesi khusus dengan Bapak Presiden di samping tentunya akan menghadiri Gala Dinner,” jelas Bambang.

WIEF menurut Menkeu akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Agustus mendatang. “Presiden akan menyampaikan keynote sekaligus membuka acara ini dan disambung dengan pidato-pidato dari pemimpin negara atau pemerintahan yang lain,” pungkas Bambang. (FID/DAN/ES)

Berita Terbaru