Dihadapan Diaspora Indonesia, Presiden Jokowi: Negara Lain Ekonominya Lebih Turun

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 17 Februari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 21.884 Kali
Presiden Jokowi saat bertemu Diaspora Indonesia di San Fransisco. (Foto:BPMI/Laily)

Presiden Jokowi saat bertemu Diaspora Indonesia di San Fransisco. (Foto:BPMI/Laily)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan sekitar 800 Diaspora Indonesia di Auditorium Palaces Art Fine, San Fransisco, AS, Selasa (26/2) malam waktu setempat.

“Setahun dua kali saya ke Amerika Serikat, jauh banget,” kata Presiden Jokowi mengawali pidatonya yang disambut tertawa para Diaspora Indonesia.

Presiden mengemukakan, di awal-awal pemerintahannya tahun 2015, ia sudah harus berhadapan dengan krisis Yunani. Dilakukan antisipasi timbul devaluasi mata uang Yuan.

Belum selesai dilakukan antisipasi, timbul masalah baru penguatan suku bunga di AS (the Fed), berikutnya masalah baru muncul harga minyak dunia merosot di bawah 30 dolar AS.

“Dunia memang seperti itu, kita dihadapkan pada situasi-situasi eksternal,” tutur Presiden Jokowi seraya menyebutkan kita kadang sulit memprediksi karena kejadiannya memang sangat cepat.

Presiden Jokowi mengemukakan, tahun 2015 itu bisa disebut pemerintah pontang-panting hadapi masalah tersebut.

Namun Presiden Jokowi bisa bernafas lega, negara lain pertumbuhan ekonominya turun 1-3 persen seperti Rusia, bahkan minus seperti Brasil, Indonesia tidak seperti itu.

“Kita dari 5 persen, turun 4,5% (kuartal I),¬† 4,7% (kuartal II), dan kemarin sudah 5,4%,” papar Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam pertemuan itu antara lain Menlu Retno Marsudi, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Dubes RI di Washington Budi Bowoleksono. (AS/ES/EN)

Berita Terbaru