Dihadiri Utusan PBB, 1.300 Personel Taruna Siaga Bencana Ikuti Jambore Nasional di Balikpapan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 September 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 24.274 Kali

TaganaSebanyak 1.300 personil Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari 34 provinsi di Indonesia secara bergelombang terus berdatangan ke Balikpapan, Kalimantan Timur untuk mengikuti Jambore Nasional dan Bhakti Sosial Taruna Siaga Bencana (TAGANA) 2016 akan digelar pada 15-17 September 2016.

Jambore Nasional Tagana merupakan kegiatan tahunan yang digelar Kementerian Sosial RI sejak 2004 dan tahun ini memasuki penyelenggaraan yang ke-11. Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan hadir dalam Apel Siaga Bencana pada Sabtu, 17 September, sementara Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat dijadwalkan membuka Jambore Nasional Tagana pada Kamis, 15 September.

“Tahun ini penyelenggaraan Jambore Nasional Tagana ke-11 terasa sangat istimewa. Baik dari tema, peserta, dan ragam kegiatannya,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Adhy Karyono dalam siaran persnya Kamis (15/9) pagi.

Menurut Adhy, peserta jambore tahun ini tidak hanya dari unsur Tagana saja, namun juga mitra kerja Tagana dalam penanggulangan bencana seperti Badan SAR Nasional, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, NGO bidang kebencanaan, kalangan dunia usaha dan masyarakat.

“Kehadiran mitra kerja Tagana ini sejalan dengan tema jambore yakni Bersama Mengatasi Bencana di Bumi Kita. Artinya, memang Tagana tidak bisa bekerja sendiri dalam penanggulangan bencana. Sinergi dan kolaborasi bersama mereka sangat penting,” kata Adhy.

Selain mitra kerja dari Indonesia, dalam jambore ini juga akan hadir utusan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bidang Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) serta utusan negara ASEAN yang memiliki relawan penanggulangan bencana berbasis masyarakat di negara masing-masing.

“Utusan ASEAN+3 diundang untuk meninjau kegiatan sekaligus berbagi informasi dan pengalaman penanggulangan bencana di negara masing-masing. Sekaligus juga merayakan World Humanitarian Day atau Hari Kemanusiaan Sedunia,” jelas Adhy.

Rekor MURI
Serangkaian kegiatan telah disiapkan dalam Jambore Nasional Tagana, yakni apel siaga bencana, simulasi penanganan bencana oleh Tagana dan mitra kerja, bakti sosial, penguatan personil Tagana, dan lomba-lomba bertema kesiapsiagaan dalam bidang logistik, pengungsian, dan perlindungan korban bencana.

“Dan yang menarik tahun ini akan ada pemecahan rekor MURI untuk Pengibaran bendera raksasa Tagana,” ungkap Adhy.

Pengibaran bendera berukuran 25 x 45 meter ini akan dilakukan oleh tim Tagana bertempat di Pantai Lamaru. Di lokasi ini juga digelar Apel Siaga Bencana dan simulasi penanggulangan bencana oleh tim Tagana bersama Basarnas, PMI, BPBD, dan TNI/Polri. (RMI/Biro Humas Kemensos/ES)

 

Berita Terbaru