Dinamika Luar Biasa Cepat, Menkominfo: Cara Berkomunikasi Pemerintah Harus Diubah

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 23.738 Kali
Menkominfo Rudiantara berpose bersama para pengurus Bakohumas 2015-2020, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Rabu (18/11) malam

Menkominfo Rudiantara berpose bersama para pengurus Bakohumas 2015-2020, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Rabu (18/11) malam

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan, cara berkomunikasi pemeritah harus dirubah, tidak bisa lagi seperti sekarang. Karenanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Informasi Publik.

“Kalau kita aman, maksudnya bagus, diterima oleh masyarakat, stakeholder utama gitu ya, itu ngga keluar namanya Inpres. Karena ada yang perlu diperbaiki dari diri kita makanya keluar Inpres. Jadi kita tahu artinya, kalau keluar Inpres maka kita harus berbenah diri,” kata Menkominfo Rudiantara saat melantik pengurus Bakohumas periode 2015-2020, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jatim, Rabu (18/11) malam.

Menurut Menkominfo, perbaikan itu harus menyeluruh, tidak ada satu kementerian termasuk Kominfo yang boleh dikatakan menguasai segalanya. Jadi, lanjut Menkominfo, kerjasama itu penting karena konteksnya luar biasa dinamis.

Ia menyebutkan, dari segi pranata humas sendiri, jumlah juru penerang saat ini jauh berkurang dari sisi kuantitas. Jika di masa Departemen Penerangan ada 12.000 juru penerang, kini di Kementerian Kominfo yang dipimpinnya hanya ada 800 juru penerang.

Sementara dari sisi kualitas, Menkominfo mengingatkan mengenai dinamika di luar yang luar biasa cepat, karena change agent-nya adalah teknologi  yang juga luar biasa. Tidak seperti dulu, dimana Humas itu urusannya hanya media cetak, pers release, mengundang wartawan media cetak, media elektronik, televisi atau radio. Sekarang ada media online, dan media sosial.

“Jadi, cara kita merespon dinamika juga harus mengikuti dinamika yang terjadi di sini,” terang Rudiantara.

Kalau kita tidak mampu, menurut Menkominfo, kita minta bantuan. “Banyak kok yang mau. Dunia netizen dan sebagainya itu, kita bisa kok minta bantuan untuk bagaimana kita bisa berinteraksi dengan cepat, dengan dinamika yang terjadi,” tuturnya.

Menkominfo meyakini kemampuan para pengurus Bakohumas periode 2015-2020 yang baru dilantiknya. Ia mengingatkan, jika di kabinet pemerintahan dikenal reshuffle, maka di kepengurusan Bakohumas jika dipandang perlu melakukan reshuffle untuk perbaikan kinerja, ia tidak akan segan-segan melakukan reshuffle.

Kepada para pengurus Bakohumas periode 2015-2020 yang baru dilantiknya Menkominfo meminta agar segera menyusun program kerja yang jelas.  Diakuinya dalam SK kepengurusan Bakohumas periode 2015-2020 yang ditandatangani sudah dilampirkan program kerja dimaksud. Namun Menkominfo menilai program kerja itu terlampau umum saja, yang tidak tahu kapan akan dilaksanakan.

“Program kerja itu harus jelas tujuannya, harus jelas objektifnya, harus jelas tenggang waktunya. Lha ini ngga ada. Itu akan saya minta ketuanya, pontang-panting ngga apalah, kerja keras menyusun program kerja. Itu akan saya lakukan segera mungkin,” tegasnya.

Pengurus Bakohumas periode 2015-2020 yang dilantik Menkominfo Rudiantara itu dipimpin oleh  Dirjen Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkominfo, Djoko Agung Harijadi. (JAY/ES)

 

 

Berita Terbaru