Menteri ESDM Yakin Proyek Donggi-Senoro LNG Ciptakan Pusat Ekonomi Baru

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 Mei 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 43.691 Kali
Menteri ESDM Sudirman Said meresmikan Proyek Donggi-Senoro LNG, di Banggai, Sulteng, Rabu (30/4)

Menteri ESDM Sudirman Said meresmikan Proyek Donggi-Senoro LNG, di Banggai, Sulteng, Rabu (30/4)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said pada Rabu (30/4) lalu meresmikan beroperasinya train pertama Proyek Donggi-Senoro LNG yang berada di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Peresmian Proyek Donggi-Senoro LNG itu selain dihadiri oleh Menteri ESDM Sudirman Said, juga dihadiri oleh Bupati Banggai Sofhian Mile, Plt. Direktur Jenderal Migas IGN Nyoman Wiratmaja, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Kepala SKK Migas Amin Sunaryadi, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Sucipto, Pimpinan PT Medco Energi, dan wakil dari Sekretariat Kabinet.

Bupati Banggai Sofhian Mile mengharapkan dengan beroperasinya Proyek Donggi-Senoro LNG nantinya tidak hanya memenuhi target produksi, tetapi juga dapat mengembangkan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Banggai antara lain untuk memenuhi kekurangan penyediaan listrik setempat.

Bupati Banggai tidak menginginkan seperti Proyek LNG Arun yang tidak dimanfaat bagi penyediaan tenaga listrik untuk masyarakat Lhoksemawe. Ia yakin Proyek Donggi-Senoro LNG akan memberikan kontribusi bagi percepatan pembangunan Kabupaten Banggai serta untuk peningkatan investasi di banggai.

“Untuk itu perlu ditindaklanjuti dengan penetapan alokasi gas untuk kebutuhan penyediaan listrik di Kabupaten Banggai serta percepatan Head of Agreement antara Donggi-Senoro dan PT PLN (Persero),” pinta Bupati.

Sementara Menteri ESDM Sudirman Said dalam sambutannya mengatakan, Proyek Donggi-Senoro LNG dimaksudkan untuk tidak hanya untuk kepentingan produksi, tapi juga untuk  menghasilkan listrik. Dengan beroperasinya Proyek Donggi-Senoro LNG akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru seperti Pabrik Amonia yang sedang dibangun.

“Proyek Donggi-Senoro LNG akan lebih meningkatkan PAD Kabupaten Banggai yang saat ini paling tinggi di Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk itu perlu dukungan dari stakeholder dan pemerintah daerah,” kata Sudirman.

Menurut Menteri ESDM, saat ini pemerintah juga sedang melakukan penataan tata kelola migas termasuk mengkaji pengalokasian gas untuk kebutuhan yang akan ditindaklanjuti oleh SKK Migas, Direktorat Jenderal Migas, dan PT PLN (Persero).

Dengan beroperasinya Proyek Donggi-Senoro LNG, kata Sudirman, membuktikan Pemerintah bekerja untuk mencapai agenda besar percepatan pembangkit listrik 35 ribu MW sebagaimana ditargetkan dalam RPJM 2015-2019 mewujudkan infrastruktur dan pasokan gas domestik, mencapai tingkat ratio elektifikasi dari 81,5% menjadi 96,6%, serta peningkatan kapasitas pembangkit dari 50,7 GW menjadi 85,7 GW.

Selanjutnya, Menteri ESDM memberikan apresiasi atas kegiatan CSR yang dilakukan Donggi-Senoro LNG dan mengharapkan bentuk CSR yang strategis dengan membangun sekolah terbaik demi kepentingan peningkatan kualitas SDM masyarakat khususnya di Kabupaten Banggai.

Menteri ESDM mengharapkan Presiden akan dapat melihat progress dari proyek ini dan selanjutnya meresmikannya.

Benefit sharing antara Pemerintah dan Donggi-Senoro LNG adalah 70:30. Dari 70% porsi Pemerintah tersebut, Pemerintah Pusat mendapatkan 70%, sedangkan pemerintah daerah mendapatkan 30%. Porsi pemerintah daerah akan dibagi lagi antara 6 provinsi dan 24 kabupaten kota.

Hulu dan Hilir

Donggi-Senoro LNG adalah proyek LNG pertama di indonesia yang mengadopsi model pengembangan hulu dan hilir yang terpisah, berdasarkan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi No. 22 / Tahun 2001. Berdasarkan model ini, Donggi-Senoro LNG sebagai perusahaan hilir bertanggung jawab hanya untuk pengolahan gas alam menjadi LNG, serta memasarkannya kepada pembeli.

Pengembangan pabrik LNG berjalur satu (single-train) ini bertujuan untuk memanfaatkan gas alam di Sulawesi Tengah yang belum termonetisasi, melalui penerapan model bisnis LNG hilir yang pertama di Indonesia, sehingga mampu mengalihkan beban investasi dari pemerintah ke para pemodal.

Proyek Donggi-Senoro LNG telah memperolah seluruh perizinan termasuk persetujuan atas AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) dari Kementerian Lingkungan Hidup, Izin Pengelolaan Sementara dari Kementerian Enegi dan Sumber Daya Mineral, Izin Lokasi Labuh Khusus untuk pengoperasian Jetty LNG, serta  IZIN Pembangunan Pelabuhan Khusus untuk Pelabuhan LNG dari Kementerian Perhubungan.

Donggi-Senoro LNG menerima gas dari PT PHE Tomori Sulawesi (50%), PT Medco E&P Tomori Sulawesi (30%) and Tomori E&P Limited (UK) (20%) dengan jumlah gas alam sebanyak 250 Mmscfd selama 13 tahun dari lapangan gas Senoro dan dari PT Pertamina EP dengan total 85 Mmscfd, juga selama 13 tahun, dari kawasan Matindok. (Zaenal Arifin, Rusmitra Ayu/ES)

 

Berita Terbaru