Dirjen P2P: Presiden Minta Masyarakat Tenang, Covid-19 Tidak Seperti yang Dibayangkan di Wuhan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 Maret 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 543 Kali

Dirjen P2P saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (9/3). (Foto: Humas/Jay).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Korona (Covid-19), Achmad Yurianto, yang juga sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa masyarakat diminta untuk tetap tenang.

”Karena kecenderungan penyakit ini sekarang secara klinis tidak seperti yang kita bayangkan di Wuhan. Karena kami sudah melaporkan tentang kasus positif yang ada di rumah sakit seluruhnya mandiri di dalam kaitan dengan layanan keperluan dia,” ujar Dirjen P2P saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (9/3).

Menurut Jubir Covid-19, para pasien saat ini tidak ada yang menggunakan oksigen, tidak ada yang menggunakan infus, dan bisa melakukan pelayanan perawatan sendiri.

Ia menambahkan bahwa gejala klinis yang didapatkan pada kelompok yang tanpa penyakit pendahulu, tanpa ada penyakit kronis yang mendahului, semuanya baik.

”Kalau pun ada demam juga tidak terlalu tinggi demannya, kemudian batuk juga tidak terlalu berat batuknya. Artinya secara keseluruhan nampak sebagai pasien dengan sakit ringan sedang, tidak ada yang sakit berat. Namun, ada 1-2 yang menggunakan peralatan, diinfus, pasang oksigen, karena memang ada faktor penyakit-penyakit yang mendahului,” ujarnya.

Sejak Senin (9/3) kemarin, Pemerintah akan terus melakukan evaluasi kembali berdasarkan hasil laboratorium yang terakhir diterima di siang tadi, dan merupakan kelanjutan dari pemeriksaan yang dilaksanakan beberapa hari lalu dengan menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction).

”Dan kemudian sudah dikonfirmasi dengan menggunakan pemeriksaan Genome Sequencing, maka pada hari ini ada beberapa kasus positif lagi yang kita dapatkan,” imbuh Dirjen P2P. (TGH/EN)

Berita Terbaru