Disiapkan Jadi Destinasi Wisata, Presiden Jokowi Minta Taman Laut Dikelola Dengan Baik

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 30 Maret 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 23.470 Kali
Presiden Jokowi berbincang dengan Seskab Pramono Anung sebelum ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/3) sore. (Foto: Humas/Dhany)

Presiden Jokowi berbincang dengan Seskab Pramono Anung sebelum ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/3) sore. (Foto: Humas/Dhany)

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keindahan alam taman laut yang sangat luar biasa. Keindahan taman laut tersebut, kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rapat Terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta (30/3), harus dijaga, dirawat, dan dilestarikan.

“Dengan terjaganya taman nasional laut bukan hanya kita bisa melestarikan taman hayati, namun juga bisa mendatangkan manfaat ekonomi bagi wilayah dan rakyat yang ada di pesisir pantai kita,” kata Presiden.

 

Presiden mengungkapkan memang diperlukan satu kementerian yang bertanggung jawab serta diberi wewenang dalam perlindungan, konservasi dan pengelolaan taman nasional bawah laut kita. Namun, Presiden menekankan, diperlukan sinergi dan kerja sama antara kementerian/lembaga (K/L) seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mengelola konservasi perairannya, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kemudian Pariwisata.

“Kementerian Pariwisata bisa memberikan sentuhan pada penyiapan untuk destinasi wisata dan juga promosinya,” kata Jokowi.

Sejauh ini, menurut Presiden Jokowi, Indonesia sudah punya tujuh balai taman nasional yang mengelola kurang lebih 4 juta hektar taman nasional laut, yaitu di Kepulauan Seribu, Wakatobi, Taka Bonerate, Karimun Jawa, Bunaken, Togean, dan juga Teluk Cenderawasih.

“Saya minta pengelolaan taman laut betul-betul dipersiapkan dengan baik termasuk proses pengalihan kewenangan anggaran dan SDM,” kata Presiden Jokowi seraya menyebutkan, apabila memang nanti di dalam ratas sore ini (30/3) disetujui  bersama, sehingga pemanfaatan taman nasional laut bisa semakin baik.

Tampak hadir dalam Rapat Terbatas itu antara lain Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. (RMI/FID/DNI/ES)

Berita Terbaru