Ditargetkan Selesai Juli 2017, Pembangunan Bendungan Raknamo di Kupang Sudah Capai 54%

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 8 Agustus 2016
Kategori: Nusantara
Dibaca: 16.103 Kali
Presiden Joko Widodo menunjuk terowongan saat meninjau pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, NTT, beberapa waktu lalu.

Presiden Joko Widodo menunjuk terowongan saat meninjau pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, NTT, beberapa waktu lalu.

Pembangunan Bendungan Raknamo, di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timor (NTT) hingga saat ini telah mencapai 54 persen. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2017 nanti.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono saat meninjau pembangunan Bendungan Raknamo, Jumat (5/8) mengatakan, bahwa Bendungan Raknamo dibangun di aliran Sungai Noel Puamas, Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefete.

Menurut Basuki, NTT perlu mendapatkan perhatian lebih karena kalau mau menanam seperti jagung dan ketela diperlukan air dalam jumlah besar. “Ke depan kita tetap melakukan penambahan embung-embung,” katanya.

Menteri Basuki menambahkan, pekerja Bendungan Raknamo mencapai 400 orang dan bekerja dalam dua shift hingga pukul 22.00.

Keberadaan Bendungan Raknamo diharapkan bisa membantu menuntaskan permasalahan penyediaan air baku di Kabupaten Kupang dengan debit 100 liter per detik, pengembangan daerah irigasi bagi lahan 1.250 hektar di Kecamatan Naibonat, Desa Raknamo dan Desa Manusak, pengendalian banjir daerah hilir Kota Kupang, pengembang pariwisata, serta pembangkit listrik tenaga mikro mencapai 0,22 MW.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Bendungan SNVT PJSA NT II BWS NT II, Frangky Welkis mengatakan, luas area genangan bendungan Raknamo mencapai 147,3 hektar. Dengan tinggi bendungan 36,2 meter dan panjang puncak bendungan 449 meter.

Saat melakukan kunjungan Menteri Basuki didampingi oleh Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR Imam Santoso, dan Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Achmad Ghani Ghazaly, Direktur Bina Penataan Bangunan Ajar Prayudi, serta Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis.

Sebelumnya Menteri Basuki bersama rombongan meninjau pembangunan pengamanan Pantai Lasiana sepanjang 500 meter di Kota Kupang yang melindungi kawasan objek wisata dari ancaman erosi. Sampai saat ini progres pembangunan pengamanan pantai sudah mencapai 81 persen dan menelan anggaran APBN 2016 senilai Rp 21 miliar.

Pembangunan pengaman Pantai Lasiana di Kota Kupang ini merupakan kegiatan sungai dan pantai Satker pelaksana Jaringan SDA Nusa Tenggara II Provinsi NTT. (BPP Kementerian PUPR/ES)

 

Nusantara Terbaru