Diterima Presiden Jokowi, Atlet Paralimpiade Indonesia Dapat Bonus Sebagaimana Atlet Olimpiade RI

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 September 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 40.735 Kali
Presiden menerima atlet Paralimpik Indonesia pada Olimpiade 2016 Brasil, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/9) pagi.

Presiden menerima atlet Paralimpiade Indonesia pada Olimpiade 2016 Brasil, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/9) pagi. (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima atlet Indonesia yang telah berlaga di Paralimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, beberapa waktu lalu, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/9) pagi. Dalam Paralimpiade itu, atlet Indonesia mempertahankan tradisi memperoleh medali perunggu.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang mendampingi Presiden Jokowi saat menerima atlet paralimpiade tersebut mengatakan, Pemerintah memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Paralimpian dengan memberikan akomodasi, bonus, sampai tunjangan hari tua sebagaimana diberikan pemerintah kepada para atlet yang meraih medali pada Olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil, beberapa waktu lalu.

“Jadi kayak Widi, Widi ini peraih medali perunggu itu mendapatkan Rp1 miliar bonusnya dari Pemerintah, kemudian tunjangan hari tua sebesar Rp10 juta sampai akhir,” jelas Imam yang didampingi Ni Nengah Widiasih, atlet yang berhasil meraih medali perunggu di cabang olahraga angkat berat kelas 41 kg pada Paralimpiade Brasil 2016.

Pemberian bonus, lanjut Menpora, telah dilakukan pada Rabu (21/9) malam secara simbolis, dan pemberian resmi akan diberikan pada pertengahan Oktober bersamaan dengan peraih medali Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil.

Harus Direncanakan
Lebih lanjut Menpora Imam Nahrawi mengemukakan, Presiden Jokowi meminta agar atlet-atlet Indonesia segera dipersiapkan dari sekarang dalam menyongsong penyelenggaraan Asian Paragames 2018 di Indonesia maupun Paralimpiade 2020 di Tokyo.

Menurut Menpora, untuk Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, Indonesia memprioritaskan pada 4 cabang olahraga, yaitu angkat berat, tenis meja, atletik, dan renang. Harapannya, dengan ini bisa memperbaiki peringkat dan memperbaiki perolehan medali.

“Kalau sekarang kita 1 Perunggu. Semoga di Tokyo nanti karena alhamdulillah dari 9 atlet kita ini setidaknya mereka memperbaiki rekor di masing-masing. Seperti atlet renang, Syuci, Alhamdulillah masih berumur 15 tahun tapi kemarin di final satu-satunya yang mewakili Asia di peringkat kelima kemarin, padahal umurnya baru 15 tahun. Artinya kita untuk menyongsong 2020 di Tokyo kita punya harapan yang lebih besar lagi,” kata Imam.

Paralimpiade merupakan olimpiade bagi para atlet difabel. Pada Paralimpiade Brasil 2016, Indonesia mengirimkan 9 atlet untuk 4 cabang olahraga, yaitu Ni Nengah Widiasih (angkat berat), Siti Mahmudah (angkat berat), Setyo Budi Hartanto (atletik), Abdul Halim Dalimonte (atletik), Agus Ngaimin (renang), Jendi Panggabean (renang), Syuci Indriani (renang), Marinus Melianus Yowey (renang), dan David Jacob (tenis meja).

Saat menerima atlet Paralimpiade dan ofisial Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (FID/ES)

Berita Terbaru