Diwarnai Aksi WO, Setya Novanto Terpilih Jadi Ketua DPR

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 Oktober 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 27.196 Kali
Setya Novanto

Setya Novanto

Setelah sempat diwarnai dengan aksi walk out (WO) dari fraksi-fraksi partai yang tergabung dalam koalisi Indonesia Hebat, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) Setya Novanto resmi ditetapkan sebagai Ketua DPR-RI periode 2014-2019 dalam rapat paripurna DPR-RI yang dipimpin oleh Ketua Sementara Popong Otje Djunjunan, Kamis (2/10) dini har.

Setya Novanto bersama-sama dengan empat Wakil Ketua DPR-RI, yaitu Fadli Zon (Fraksi Partai Gerindra), Agus Hermanto (Fraksi Partai Demokrat), Taufik Kurniawan (Fraksi PAN), dan Fahri Hamzah (FPKS) diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) M. Hatta Ali, di gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis dini hari itu.

Dengan dipandu oleh Ketua MA itu, pimpinan MA bersumpah dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh demi menegakkan kehidupan demokrasi, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dari pada kepentingan pribadi, seseorang dan golongan.

Selain itu Pimpinan DPR bersumpah akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Pengucapan sumpah diikuti penandatanganan berita acara sumpah janji oleh Ketua dan Wakil Ketua DPR RI Periode 2014–2019 serta rohaniwan dan Ketua MA, serta penyerahan palu pimpinan sementara kepada Pimpinan DPR periode 2014–2019.

Aksi WO

Rapat paripurna untuk memilih pimpinan DPR-RI periode 2014-2019 itu diwarnai aksi WO oleh 4 (empat) fraksi yang tergabung dalam koalisi Indonesia Hebat, yaitu Fraksi PDIP, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Fraksi Partai Nasdem, dan Fraksi Partai Hanura.

Aksi WO itu dilakukan karena mereka menganggap pimpinan sidang, yaitu ketua sementara DPR Popong Oce Djunjunan, tidak mengakomodir usulan yang diajukan fraksi-fraksi yang tergabung dalam koalisi Indonesia Hebat.

Dengan “walkout”-nya empat partai, otomatis hanya ada satu paket usulan pimpinan DPR yang diajukan oleh Fraksi Pertai Gerindra, Fraksi PG, Fraksi Partai Demokrat (FPD),  FPAN, FPKS, dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP).

Pimpinan DPR sementara Popong lantas mengesahkan paket Pimpinan DPR tersebut tanpa kehadiran PDIP, PKB, Nasdem dan Hanura. Paket ini pun langsung disetujui seluruh partai yang tersisa di dalam ruang Sidang Paripurna. (WID/ES)

Berita Terbaru