Dorong Penyerapan Tenaga Kerja, Pemerintah Segera Luncurkan Kembali Paket Deregulasi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 September 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 117.810 Kali
Seskab Pramono Anung

Seskab Pramono Anung

Setelah meluncurkan Paket Kebijakan Tahap I September 2015 pada 9 September lalu, Pemerintah dalam waktu dekat kembali akan meluncurkan Paket Deregulasi untuk membuat Indonesia semakin kompetitif di dalam investasi global, dan membuka ruang agar lapangan kerja kita semakin kompetitif bagi dunia usaha.

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada semua menteri yang hadir untuk mengurangi, memotong sekali lagi dan tentunya membuat efisien bagi siapapun yang ingin berinvestasi di Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9) sore.
<< Rapat terbatas itu dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Perhubungan Ignasiua Jonan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Agria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry M. Baldan, Menkumham Yasonna H. Laoly, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri. Seskab menjelaskan, Presiden Jokowi mengundang para menteri bidang ekonomi itu untuk membahas berbagai hal yang berkaitan dengan dua hal, yaitu Pertama,  membuat Indonesia menjadi semakin kompetitif di dalam investasi global karena memang masih banyak peraturan perundang-undangan yang menjadi barier, menjadi  hambatan. “Bapak Presiden memberikan arahan kepada semua menteri yang hadir untuk mengurangi, memotong sekali lagi dan tentunya membuat efisien bagi siapapun yang ingin berinvestasi di Indonesia,” jelas Pramoo. Yang kedua, lanjut Seskab, Presiden juga mencatat bahwa beberapa perusahaan sekarang ini berkaitan dengan isu tenaga kerja maka harus diubah paradigmanya, ketika menghadapi seperti ini kita bukan melakukan PHK tetapi membuka  ruang bagi lapangan kerja. “Nah dua hal ini yang sekarang dipikirkan secara sungguh-sungguh oleh para menteri ekonomi, dan nantinya akan ada pengumuman secara resmi oleh pemerintah, dalam hal ini Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, dan yang lain-lain berkaitan dengan apa yang akan dilakukan,” terang Pramoo. Saat ditanya wartawan apakah Paket Kebijakan baru itu diumumkan besok? Pramono menjawab, besok dipersiapkan, adapun mengenai waktunya tentunya segera disampaikan. Tetapi intinya, jelas Sekab, dua hal tadi, pertama bagaimana kita semakin friendly, semakin ramah, semakin terbuka bagi dunia usaha, waktu pengurusan perizinan yang semakin pendek. Kedua, 2membuka ruang agar lapangan kerja kita semakin kompetitif bagi dunia usaha. “Paket yang lalu sudah diluncurkan, dan pada saat pengumuman kan disampaikan akan ada paket berikutnya. Paket berikutnya ini kita sedang persiapkan apakah bisa disampaikan di akhir September ini atau di awal Oktober. Kita sedang mempersiapkan itu,” jelas Pramono. Mengenai jumlah peraturan yang akan dideregulasi, Seskab Pramono Anung mengatakan, kalau dilihat peraturannya banyak sekali. Tetapi yang paling utama adalah dalam waktu dekat ini yang akan diumumkan hal-hal yang secara prinsip mempunyai dampak besar bagi dunia usaha. Seskab juga menjelaskan, meskipun secara resmi belum dilapori soal kecenderungan pemutusan hubungan kerja (PHK) terkait perlambatan ekonomi, namun Presiden Jokowi setiap hari mendapatkan update dari media, dari semua sumber informasi yang dimiliki oleh Presiden bahwa ada upaya itu tetapi kemudian harus ada antisipasi lebih lanjut supaya itu tidaka terjadi. Bahkan kondisi yang seperti ini, jelas Pramono, diharapkan bisa menjadi ruang bagi kita untuk membuka dunia usaha atau lapangan kerja baru. “Yang jelas begini apa yang akan diumumkan mudah-mudahan akan bisa nendang, gitu lho.  Itu bahasanya Presiden, nendang bagi dunia usaha,” terang Pramono. (DND/UN/ES)

Berita Terbaru