Dukung Asian Games 2018, Gubernur Alex Nordin Minta Pembangunan LRT Di Palembang Dipercepat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 Mei 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 40.063 Kali
Deputi Perekonomian Setkab Ratih Nurdiati menerima dokumen pembangunan MRT dari Gubernur Sumsel Alex Nordin, di kantor Setkab, Senin (11/5)

Deputi Perekonomian Setkab Ratih Nurdiati menerima dokumen pembangunan LRT dari Gubernur Sumsel Alex Nordin, di kantor Setkab, Senin (11/5)

Guna mendukung penyelenggaraan Asian Games ke-18 tahun 2018 mendatang, yang akan digelar di 4 (empat) provinsi yaitu DKI Jakarta, Sumatera Selatan (Sumsel), Banten, dan Jawa Barat, Gubernur Sumsel Alex Nordin mengusulkan pembangunan angkutan massal cepat atau Light Rapid Transport (LRT) di kota Palembang sesegera mungkin.

“Berdasarkan studi, rasio kemacetan di Palembang sudah sangat parah. Sehingga kalau pembangunan LRT tidak dilakukan, para atlet atau pihak yang terlibat bisa terkunci di jalan,” kata Alex Nordin dalam rapat di Gedung 3 lantai 2 Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (11/5).

Sebelumnya Deputi Perekonomian Sekretariat Kabinet (Setkab) Ratih Nurdiati yang memimpin rapat mengemukakan, Gubernur Sumsel pada 30 Maret lalu telah mengirimkan surat untuk mendapatkan dukungan percepatan pembangunan monorel di Palembang guna mendukung penyelenggaraan Asian Games Tahun 2018 mendatang.

“Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri sudah siapkan perijinan, analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal), pembebasan lahan, dan lain-lain,” jelas Ratih seraya menyebutkan, yang belum tinggal siapa yang menyelenggarakan dan bagaimana urusan pembiayaannya.

Menurut Deputi Perekonomian Setkab itu, secara prinsip komitmen Presiden Joko Widodo untuk mendukung pembangunan LRT di Palembang jelas ada.

Butuh Percepatan

Gubernur Alex Nurdin mengemukakan, pihaknya membutuhkan percepatan untuk merealisasikan pembangunan LRT itu, meskipun juga sudah ada pembangunan jalan tol yang sudah groundbreaking, pembangunan flyover, dan perbaikan transportasi massal di darat.

Alex mengaku telah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) permohonan untuk mempercepat pembangunan LRT dari Pelabuhan Udara Sutan Mahmud Badarudiin II (Palembang) menuju Gelanggang Olahraga (GOR) Jakabaring, pada saat Presiden hadir dalam groundbreaking pembangunan tol Palembang, beberapa waktu lalu.

“Bapak Presiden setuju tinggal kerja terpadunya saja.Presiden bilang akan mulai 2016,” kata Alex Nurdin.

Perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang hadir dalam rapat tersbeut mengemukakan, rencana pembangunan LRT di Sumatera Selatan merupakan proyek lintas kabupaten/kota yang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019.

Untuk pembangunan LRT itu, menurut wakil dari Bappenas, sejauh ini kelayakan proyek masih rendah dari sisi pembiayaan, sehingga jika diserahkan ke swasta tidak akan menarik.

“Bagaimana pelaksanaan pembangunan dan pembiayaannya? Sebaiknya tidak ditempuh dengan pola kerjasama pemerintah swasta (KPS) biasa. Lebih baik mengundang swasta untuk jadi partner, dan dioperasikan oleh swasta, apalagi ditargetkan selesai pada tahun 2018,” tutur wakil dari Bappenas itu.

Untuk mewujuskan pembangunan LRT di Palembang itu, dibutuhkan anggaran Rp 7,2 triliun. Sejumlah peserta rapat mengusulkan, agar pemerintah menanggung separuh anggaran tersebut, lalu selebiihnya diserahkan kepada pihak swasta. Untuk itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disarankan mencari partner untuk itu.

Gubernur Sumsel Alex Nordin mengusulkan agar BUMN diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan pembangunan LRT di Palembang itu. Namun, untuk BUMN yang mendapatkan penugasan tersebut perlu diberikan modal melalui skema Penyertaan Modal Pemerintah (PMP).

Menanggapi masalah tersebut, Deputi Perekonomian Setkab Ratih Nurdiati menyampaikan bahwa rencana percepatan pembangunan LRT di Palembang tersebut, selanjutnya akan dibahas ke Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur untuk memastikan pola pembangunan dan pembiayaan secara detail.(Humas Setkab/ES)

 

Berita Terbaru