Dukung Asian Games 2018, Presiden Jokowi Akan Kunjungi Kantor Pusat Huawei

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 4 September 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 25.744 Kali
Menlu Retno Marsudi menyampaikan update agenda Presiden di Hangzhou, Minggu (4/9) pagi. (Foto: Humas/Dindha)

Menlu Retno Marsudi menyampaikan update agenda Presiden di Hangzhou, Minggu (4/9) pagi. (Foto: Humas/Dindha)

Pada hari ketiga kunjungannya ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Minggu (4/9) ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan mengunjungi kantor pusat sekaligus pusat produksi industri telekomunikasi dunia Huawei, di Hangzhou.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, ada beberapa alasan dilakukannya kunjungan Presiden Jokowi itu. Pertama, karena Huawei ini perusahaan smartphone ketiga terbesar di seluruh dunia setelah Samsung dan Apple. Yang kedua, dari segi research and development, Huawei cukup kuat di bidang ini.

“Dalam kunjungan Presiden nanti ke Huawei, kita akan juga membahas mengenai masalah kemungkinan vocational training di research-research center yang dimiliki di Huawei yang tidak hanya berada di Tiongkok, di RRT tetapi juga di Eropa dan di Amerika,” jelas Retno kepada wartawan, di Hangzhou, RRT, Minggu (4/9) pagi.

Selain itu, lanjut Menlu, Huawei juga sudah memiliki kerja sama dengan 6 (enam) universitas besar di Indonesia untuk alih teknologi.

“Menurut Pak Menkominfo juga kemungkinan besar akan ada kerja sama antara Huawei dengan Indonesia dalam rangka penyelenggaraan Asian Games 2018,” tambah Retno.

Bertemu Pangeran Saudi
Menlu juga menambahkan, bahwa Presiden Joko Widodo juga akan melakukan pertemuan dengan Pangeran Mohammed Bin Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud dari Arab Saudi pada sekitar pukul 11 siang waktu setempat.

Agenda pokok hari ini, lanjut Menlu, Presiden akan menghadiri rangkaian kegiatan KTT G-20, mulai upacara pembukaan, Sesi I, dan gala dinner.

KTT G20 sendiri, kata Menlu, mengusung 3 pilar utama yaitu innovation, new industrial revolution, dan digital economy.

“Itu adalah 3 pilar yang akan diusung oleh Tiongkok yang diterjemahkan dalam 5 sesi. Di Sesi I Presiden juga akan berbicara, namun Presiden akan menjadi pembicara utama pada Sesi II besok hari,” pungkas Menlu Retno Marsudi. (DID/ES)

Berita Terbaru