Dukung Bunga KUR 12%, Pemerintah Manfaatkan Dana Bansos Rp 120 Triliun Di 12 K/L

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Juli 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 23.193 Kali
Mensos Khofifah Indar Parawansa menjawab wartawan soal pengalihan Bansos untuk subsidi bunga KUR, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7)

Mensos Khofifah Indar Parawansa menjawab wartawan soal pengalihan Bansos untuk subsidi bunga KUR, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7)

Guna mendukung upaya memberikan subsidi agar bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar bisa fixed di angka 12%, pemerintah akan memanfaatkan dana Bantuan Sosial (Bansos) sebesar Rp 120 triliun yang tersebar di 12 kementerian/lembaga (K/L) untuk dilimpahkan mendukung progran subsidi bunga KUR itu.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Menteri Keuangan saat ini ditugaskan untuk melakukan pemilahan mana (dana Bansos) yang bisa dikonversikan untuk support interest-nya KUR sehingga bisa fixed 12% agar bisa membantu produktivitas masyarakat.

Meski dilakukan pemilahan terhadap penggunaan dana Bansos untuk mendukung subsidi bunga KUR, Mensos memastikan program bantuan sosial untuk masyarakat yang rentan akan tetap ada.

“Jadi masyarakat yang paling rentan, sangat rentan mereka tetap akan mendapatkan condition cash transfer yang selama ini telah ada, ada Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS), ada Program Keluarga Harapan (PKH),” kata Mensos kepada wartawan seusai mengikuti rapat terbatas, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7) siang.

Menurut Khofifah, masyarakat yang sudah memiliki pemberdayaan ekonomi, mereka yang sudah mengakses KUR akan dibuatkan akses KUR dengan bunga fixed menjadi 12%, antara lain sumber-sumbernya dari Bansos yang sekarang masih terurai di 12 Kementerian/Lembaga.  “Data yang kita punya dari seluruh bank punya data ada Rp 600 triliun KUR yang diakses oleh masyarakat,” ujarnya.

Ditegaskan Mensos, Bank adalah implementor KUR selama ini, sementara Kementerian Sosial  lebih banyak menyalurkan Bansos untuk masyarakat rentan dan masyarakat yang berkebutuhan khusus, terutama lansia atau masyarakat dengan posisi 25% kurang mampu.

“Jadi masih pada posisi lama seperti KKS atau masyarakat dengan penyandang disabilitas berat,” terang Khofifah.

Khofifah menjelaskan, Kementerian Sosial tahun ini mempunyai realisasi tertinggi penyaluran Bansos sebesar Rp 17 triliun atau total terelasisasi 64,1 % dari total anggaran Rp 22 triliun.  Sedangkan untuk anggarannya sendiri sudah tetap dan terurai.

“Maka ini diharapkan akan lebih mensistematisir Bansos untuk sesuatu yang produktif, akan dimaksimalkan kemungkinan agar bisa support KUR agar bunganya bias fixed 12%. Pasti itu akan menggerakkan sektor riil luar biasa,” tambah Khofifah. (LIN/RAH/ES)

Berita Terbaru