Dukung Ekspor UMKM, Kemendag Jalin Kerja Sama Dengan Negara Mitra Dagang Nontradisional

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 4 September 2018
Kategori: Berita
Dibaca: 13.368 Kali
Sekjen Kemendag Karyanto Suprih memberikan sambutan dalam diskusi tematik Bakohumas, di Jakarta, Selasa (4/9) siang. (Foto: IST)

Sekjen Kemendag Karyanto Suprih memberikan sambutan dalam diskusi tematik Bakohumas, di Jakarta, Selasa (4/9) siang. (Foto: IST)

Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk terus mengembangkan usaha dan produknya melalui ekspor. Dukungan ini di antaranya dilakukan dengan cara meningkatkan kerja sama perdagangan dengan negara-negara mitra dagang nontradisional.

“Kita jalin kerja sama dengan negara-negara mitra dagang nontradisional untuk membuka pasar baru, seperti Sri Lanka, India, Pakistan, dan Bangladesh,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag Karyanto Suprih dalam diskusi tematik Bakohumas dengan tema, “Indonesia Maju Melalui Perdagangan Bebas di Era Digital,” di auditorium PPEI, Jakarta, Selasa (4/9) siang.

Selain membuka pasar nontradisional, menurut Sekjen Kemendag, pihaknya juga mendorong UMKM untuk menggunakan e-commerce melalui sosialisasi kebijakan perdagangan; menyelenggarakan workshop melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) mengenai cara menciptakan produk berkualitas, bernilai tambah, dan berdaya saing; dan mengeluarkan kebijakan super cepat pengolahan bahan baku.

Ditambahkan Karyanto, pihaknya juga membantu meningkatkan kualitas produk Indonesia melalui Designer Dispatck Service (DDS) yang merupakan program Kemendag yang memfasilitasi kerja sama pelaku UKM dan desainer.

“Program ini merupakan bentuk pendampingan kepada pelaku UKM agar dapat menghasilkan produk-produk dengan desain yang sesuai tren global saat ini,” ungkap Karyanto.

Pelaku UKM yang terpilih, sambung Sekjen Kemendag, juga akan mendapatkan kesempatan rebranding yang difasilitasi oleh kemendag di dalam dan luar negeri.

Tetapi Sekjen mengingatkan bahwa wirausaha ataupun eksportir harus memiliki kemampuan memasarkan komoditas secara digital agar lebih efektif dan efisien dalam hal promosi dan transaksi.

Ekspor Naik

Sebelumnya pada awal paparannya Sekjen Kemendag Karyanto Suprih mengemukakan, kinerja ekspor Indonesia sepanjang tahun 2017 membaik dan jauh melampaui dari target yang diberikan yaitu sebesar 168,7 miliar dollar AS, atau meningkat dari tahun 2016 sebesar 145,1 miliar dollar AS.

Untuk tahun 2018, Kemendag memiliki target dalam peningkatan ekspor sebesar 11% dari total ekspor sepanjang 2017.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Dirjen IKP selaku Ketua Badan Koordinasi Humas Pemerintah (Bakohumas) Rosarita Niken Widiastuti, Kepala Biro Humas Kementerian Perdagangan Fajarini Kuntodewi, Dirjen PPI Djatmiko, GM Sales & Marketing Export PT. Sinar Sosro Sylvia Kurnia, perwakilan blibli.com Wahyu Hari P, dan perwakilan dari Humas kementerian/lembaga. (HEN/ES)

Berita Terbaru