Dunia Sedang Sulit, Presiden Jokowi: Bersyukur Ekonomi Kita Masih Tumbuh 5 Persen Lebih

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 5 Juli 2018
Kategori: Berita
Dibaca: 8.075 Kali
Presiden Jokowi berfoto bersama para Bupati sebelum melakukan pertemuan di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Kamis (5/7) pagi. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi berfoto bersama para bupati sebelum melakukan pertemuan di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Kamis (5/7) pagi. (Foto: Humas/Oji)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa situasi ekonomi dunia sekarang ini masih pada posisi yang sangat sulit. Ia meyakini, para bupati juga merasakan betapa ketidakpastian ekonomi dunia itu sangat sulit dikalkulasi dan  dihitung.

Namun demikian, menurut Presiden, Indonesia patut bersyukur karena pertumbuhan ekonominya masih 5 persen lebih. 

“Saya kira kita patut bersyukur ekonomi kita masih bisa tumbuh 5 persen lebih sedikit. Itu sudah saya kira patut kita syukuri,” kata Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan para bupati, di ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/7) pagi.

Presiden membandingkan dengan negara-negara lain, seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang sekarang ini pertumbuhannya turun dari 11-10 persen ke posisi 6,5 persen.

“Betul-betul sebuah proses yang berat,” tutur Presiden Jokowi.

Garis Lurus
Sebelumnya saat mengawali pengantarnya, Presiden Jokowi menjelaskan, pertemuannya dengan para bupati yang dilakukan dalam beberapa gelombang sehingga jumlahnya tidak terlalu besar sengaja dilakukan dengan harapan agar para bupati lebih bebas untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan di daerah.

Presiden menegaskan keinginannya agar pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten ini satu garis lurus, dan setiap kebijakan-kebijakan yang ada di pemerintah pusat bisa dikerjakan secara sinergi bersama-sama antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten.

Saat bertemu dengan para Bupati itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. (FID/ES)

Berita Terbaru