Eropa Berharap Indonesia Tingkatkan Peran Hadapi Ekstremisme, Radikalisme, dan Terorisme

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 20 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 28.526 Kali
Menlu Retno L.P. Marsudi memberikan keterangan pers, di London, Inggris, Rabu (20/4) pagi. (Foto: Nia/Humas)

Menlu Retno L.P. Marsudi memberikan keterangan pers, di London, Inggris, Rabu (20/4) pagi. (Foto: Nia/Humas)

Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron, di Downing Street Number 10, London, Selasa (19/4) siang waktu setempat, selain membahas masalah-masalah bilateral kedua negara, juga membicarakan masalah-masalah memiliki dimensi regional dan multilateral.

“Isu mengenai counter extremism, terrorism muncul dan dibahas cukup panjang oleh kedua pemimpin,” kata Menlu kepada wartawan di Hotel Grosvenor House, London, Rabu (20/4) pagi.

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi itu, menurut Menlu, PM Cameron memuji Indonesia dalam memberantas terorisme dan ekstremisme karena karakteristiknya yang sangat khas, dimana sebagai negara muslim yang paling besar tetapi pada saat yang sama Indonesia adalah negara demokratis, dan juga negara yang plural dan toleransi.

Sehingga paling tidak, lanjut Menlu, dari perjalanan ke Jerman dan Inggris, kita melihat adanya harapan besar dari Eropa bagi Indonesia untuk terus meningkatkan peran dan kontribusinya dalam upaya memberantas ektremisme, radikalisme, dan terorisme karena Indonesia  dinilai berhasil dalam mengembangkan sebuah masyarakat yang mayoritas beragama Islam, tetapi demokratis, toleran, dan hidup dalam sebuah masyarakat yang kesemuanya berbeda.

Selain itu dalam masyarakat yang seperti itu bisa muncul satu stabilitas politik yang bagus dan pertumbuhan ekonomi yang di atas rata-rata dunia. “Jadi, satu laboratorium hidup yang dilihat oleh negara lain, dan negara lain menilai ini sebagai aset, dan tidak banyak negara yang memiliki aset seperti ini. Pesan itu jelas sekali kita,” papar Menlu.

Menlu menegaskan, Presiden selalu mengatakan Indonesia siap untuk memberikan kontribusi. “Jadi kita akan meningkatkan peran kita di dalam upaya dunia memerangi extremism, radicalism, dan terrorism,” ujarnya.

Bali Democracy Forum

Menlu Retno Marsudi juga menyampaikan, isu lain yang dibahas dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan PM David Cameran adalah terkait dengan Bali Democracy Forum, yang tiap tahun digelar di Bali, dan tahun ini memasuki tahun kesembilan.

Menurut Menlu, untuk Bali Democracy Forum tahun kesembilan ini, kita memilih tema “Religious, Democracy, and Pluralism”, yang dinilai sangat relevan dengan situasi dunia saat ini.

Oleh karena itu, lanjut Menlu, PM Cameron mengatakan bahwa Inggris ingin bekerjasama dengan Indonesia, dan ingin terlibat di dalam Bali Democracy Forum karena tema yang diambil Indonesia dalam forum tersebut, tahun ini merupakan tema yang sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. (UN/ES)

Berita Terbaru