Evakuasi Dari Yaman Gunakan Jalur Darat, 262 WNI Sudah Tiba di Arab Saudi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 April 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 56.948 Kali
Puluhan WNI saat masih bertahan di KBRI Sana'a, Yaman

Puluhan WNI saat masih bertahan di KBRI Sana’a, Yaman

Setelah melakukan perjalan darat dengan menggunakan 6 (enam) unit bus, sebanyak 262 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi meninggalkan kota Sana’a (Yaman) sejak 30 Maret lalu, telah tiba di kota Jizan, perbatasan Arab Saudi.

Duta Besar (Dubes) RI untuk Yaman Wajid Fauzi yang memimpin langsung evakuasi itu mengemukakan, ke-252 WNI itu terlebih dahulu dibawa dari kota Sana’a menuju Al Hudaidah pada Senin (30/3) lalu. Di Al Hudaidah rombongan bermalam selama dua malam untuk mempersiapkan skenario evakuasi lebih lanjut, sebelum kemudian diputuskan diputuskan evakuasi melalui jalur darat dengan pengawalan khusus dari Yaman Special Force.

Dari Al Hudaidah, rombongan berangkat menuju kota Jizan, perbatasan Arab Saudi dengan perjalanan sekitar 5 jam. “Suasana sangat mencekam tetapi kami terus menenangkan para WNI dan meminta semuanya untuk terus berdoa sepanjang 5 jam perjalanan dari Al Hudaidah,” ujar Wajid.

Setelah menempuh perjalanan 5 jam yang mencemaskan, rombongan WNI yang di dalamnya juga terdapat 2 (dua) orang warganegara Thailand itu tiba di Jizan disambut Wakil Dubes RI untuk Saudi Sunarko dan Konjen RI Jeddah Dharmakirti bersama Tim yang langsung membantu proses imigrasi dan penampungan di kota Jizan.

“Kita sudah lakukan pendekatan jauh-jauh hari kepada imigrasi Saudi agar para WNI yang dievakuasi dari Yaman dapat diberikan dispensasi visa transit 15 hari,” ujar Konjen indonesia di Jeddah, Dharmakirti.

Setelah tiba di wilayah Saudi, seluruh rombongan akan diproses pemulangannya ke Indonesia. “Saat ini kita akan melakukan pendataan ulang untuk menyiapkan tiket pemulangan ke indonesia”, ujar Wakil Dubes indonesia di Riyadh, Sunarko, yang bersama tim evakuasi Yaman sudah berada di Jizan sejak beberapa hari sebelumnya untuk melakukan koordinasi dengan otoritas Saudi.

100 Orang Terjebak

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, upaya evakuasi terhadap ribuan WNI masih terus dilakukan dari berbagai kota di Yaman. Saat ini upaya evakuasi dikendalikan langsung oleh Kemlu berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Saudi, Oman dan Addis Ababa.

“Saat ini kita sedang fokus mengevakuasi sekitar 45 WNI yang masih di Al Hudaidah serta sekitar 100 WNI yg masih terjebak pertempuran di Kota Aden. Semoga hari ini dan besok ada rombongan WNI lain yang bisa kita evakuasi dari Yaman dengan berbagai skenario evakuasi yang memungkinkan,” ujar Lalu Muhamad Iqbal sebagaimana dikutip situs www.kemlu.go.id.

Lalu Muhammad Iqbal juga menekankan pentingnya untuk melakukan evakuasi selagi dapat dilakukan. “Pemerintah Indonesia berharap bahwa kondisi akan membaik. Namun jika tidak dan konflik menyebar, evakuasi akan semakin sulit dilakukan. Mohon dukungannya untuk program Evakuasi WNI ini,” ujarnya.

Direktur PWNI bersama Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir juga menjelaskan bahwa evakuasi WNI tidak akan langsung dilakukan ke Indonesia, namun ke wilayah aman diluar Yaman. Kota Salala, Oman akan dijadikan base untuk tim evakuasi. Salala mempunyai bandara internasional yang relatif aman dan tidak sibuk. Oman sebagai negara netral juga menjadikan Oman sebagai negara yang cukup terjamin kestabilannya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Rabu (1/4) pemerintah telah mengirimkan 2 Tim Percepatan Evakuasi WNI dari Yaman dibawah koordinasi Kemlu. Kedua Tim akan masuk ke Yaman untuk melakukan intensivikasi evakuasi WNI masing-masing melalui kota Salalah, kota di Oman yang berbatasan dengan yaman bagian timur, dan Jizan, kota di Arab Saudi yang berbatasan dengan Yaman bagian barat.

Selain mengerahkan personil, pemerintah juga mengirimkan satu pesawat B-737 400 milik TNI AU untuk melakukan evakuasi WNI dari Yaman. Direncanakan pesawat tersebut berangkat ke basis operasinya bandara Salalah, Oman sore hari ini pukul 5 sore.(Dit. Infomed Kemlu/ES)

 

 

Berita Terbaru