Festival Hudoq Pekayang 2016 Sukses Hentak Mahakam Ulu

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 November 2016
Kategori: Nusantara
Dibaca: 16.260 Kali

Tari HudoqSebanyak 802 Penari Hudoq dari 13 kampung yang berada di Kecamatan Long Pahangai memeriahkan gelaran Hudoq Pekayang 2016 di kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, pada 22-23 Oktober lalu.

Hudoq Pekayang merupakan acara rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Gelaran ini diisi dengan berbagai tarian khas Suku Dayak seperti Tari Hudoq, salah satu tari khas suku dayak dan juga menjadi maskot Kabupaten Mahakam Ulu.

Menurut tradisi, festival Hudoq diadakan setiap menugal (menanam padi) di ladang pada bulan September – Oktober setiap tahun. Maknanya, memohon berkat Tuhan agar padi yang ditanam nanti menghasilkan bulir yang berlipat-lipat hingga membawa kemakmuran bagi masyarakat. Secara turun-temurun, festival itu digelar berpindah-pindah dari kampung ke kampung lain setiap tahun.

Acara tersebut terdiri dari empat sesi yang sarat makna. Pertama, Sak Baaq Hudoq (santap Hudoq) yaitu memberi makan untuk topeng Hudoq sebagai syarat dan makan untuk penarinya. Menu makanan berupa ketan dan telur ayam kampung rebus.

Kedua, Tengaran Hudoq (bicara Hudoq) yaitu, berbicara dalam bahasa Hudoq untuk memberitakan maksud kedatangan dengan petinggi kampung. Perwakilan Hudoq dan petinggi kampung duduk di atas gong. Jika telah disampaikan maksud dan tujuannya maka Hudoq lainnya bersorak dalam bahasa Hudoq. Disinilah keunikannya, karena suara itu sulit diikuti oleh orang awam yang menonton. Suara tersebut terdengar sederhana namun khas.

Ketiga, Ngenyah Hudoq (menari Hudoq) yaitu, satu perwakilan Hudoq tuan rumah menari.

Terakhir, Ngaraang Aruq/Ngarang Hudoq (menari panjang) yaitu setiap perwakilan Hudoq masing-masing kampung menari bergantian dengan membuat lingkaran di tengah lamin adat.

Selanjutnya, dimulailah Festival Hudoq Pekayang itu, semua penari dan masyarakat tumpah ruah di lapangan adat Kampung Long Tuyoq. Semua menari mengikuti irama musik dari siang hari hingga keesokan pagi.

Melihat euforia Hudoq Pekayang yang begitu meriah, Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh terharu dan merasa bangga atas antusias masyarakat. “Saya atas nama Pemkab Mahakam Ulu maupun secara pribadi sangat menyambut baik atas terselenggarannya acara ini, sebagai rasa cinta kita kepada budaya yang sangat erat dan kuat dalam sanubari kita semua,” uacapnya.

Dalam kesempatan itu, Camat Kecamatan Long Pahangai Thomas Tekwan mengatakan, acara tradisi Hudoq Pekayang yang tahun ini merupakan tahun ketiga dengan tujuan untuk melestarikan seni budaya hudoq yang merupakan bagian dari seni adat Dayak Bahau, menggali dan mengembangkan seni budaya Hudoq yang mulai tenggelam oleh pengaruh modernisasi. “Sebagai ajang komunikasi budaya sosial antar masyarakat, juga diharapkan acara ini bisa menjadi kalender pariwisata yang di peringati setiap 17 Oktober setiap tahunnya,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltim Frederik Bid menuturkan, kebudayaan lokal khas daerah seperti itu harus terus dilestarikan agar dikenal generasi selanjutnya. Filosofinya adalah bangsa yang besar adalah yang menghargai dan melestarikan budaya, karena menjadi identitas dengan kekhasannya.

“Selain itu, bila dikemas dengan baik dapat menjadi daya tarik potensi wisata di Mahulu. Terlebih sektor pariwisata nantinya bisa menjadi andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mahulu di samping sektor terbarukan lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, untuk Festival Hudoq Pekayang Tahun 2017 akan diselenggarakan di Kampung Long Pakaq selama dua hari. (bppdkaltim/es)

Video Terbaru:
Presiden Jokowi: Perbankan Harus Aktif Mendatangi Mahasiswa, Pelajar
Dialog Presiden Jokowi dengan Giring Nidji dalam Peringatan Hari Menabung Sedunia
Pengantar Presiden Jokowi pada ratas Perkembangan Pembangunan Proyek Listrik 35.000 MW (1/11)
Pernyataan Presiden Joko Widodo tentang Rencana Aksi Unjuk Rasa pada tanggal 4 November 2016
#Ke2jaNyata Pemerintahan Jokowi-JK

Nusantara Terbaru